Jelang muktamar ppp

Para Kader PPP Jumpai Presiden

Kompas.com - 23/06/2011, 03:34 WIB

Jakarta, Kompas - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali, Rabu (22/6), bersama hampir 60 fungsionaris Dewan Pimpinan Wilayah PPP dari sejumlah provinsi dan Panitia Muktamar VII PPP, menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Wisma Negara, Kompleks Istana Presiden, Jakarta. Dalam pertemuan itu, mereka mengundang Presiden untuk membuka muktamar yang akan diselenggarakan pada 3-6 Juli di Bandung.

Pertemuan di Wisma Negara itu tidak lazim karena biasanya Presiden menerima tamu di Kantor Presiden. Namun, menurut Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, pertemuan diadakan di Wisma Negara karena peserta yang ingin beraudiensi dengan Presiden melebihi kapasitas ruang Kantor Presiden yang hanya bisa menerima tamu sekitar 15 orang.

Saat membuka pertemuan dengan fungsionaris PPP, Presiden mengungkapkan perasaan senangnya karena selama ini dapat bekerja sama dengan PPP. ”Sudah lama kita tidak bersua dalam hubungan yang lengkap seperti ini. Ada kenangan, kedekatan, dan kebersamaan saya sebagai presiden, pribadi, atau kapasitas lain,” kata Presiden.

”Presiden menilai PPP adalah partai yang banyak mengalami asam garam, pahit dan manisnya perjuangan bersama dalam politik,” kata Suryadharma.

Muktamar PPP kali ini merupakan muktamar yang dipercepat karena seharusnya digelar pada Februari 2012 mendatang. Percepatan ini dimaksudkan agar PPP memiliki waktu dan persiapan yang cukup untuk menghadapi Pemilu 2012. Sejauh ini, sejumlah nama meramaikan bursa calon ketua umum, antara lain Suryadharma, Ahmad Muqowam, Ahmad Yani, dan Muchdi PR. (why)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau