Timur tengah

Makhlouf, di Balik Kemelut Suriah

Kompas.com - 23/06/2011, 04:14 WIB

Meletupnya unjuk rasa anti-Presiden Bashar al-Assad di Suriah, sejak Maret lalu, tak terlepas dari keserakahan pengusaha muda Rami Makhlouf (42).

Sepupu Al-Assad ini memanfaatkan kedekatannya untuk mengembangkan gurita bisnisnya di segala lini. Ia pun dikenal sebagai simbol koruptor di Suriah. Posisi Makhlouf di mata publik Suriah dan Arab sama dengan posisi Leila Trabelsi (istri mantan Presiden Tunisia Zine al-Abidine Ben Ali) dan pengusaha Ahmed Ezz di Mesir yang sama-sama dikenal rakus.

Makhlouf menjadi sasaran kemarahan rakyat Suriah yang menuntut dia segera diadili. Rakyat menjuluki Makhlouf sebagai Mr 5 Persen, karena semua investor dalam dan luar negeri yang menanamkan modal di Suriah harus membayar komisi 5 persen kepadanya.

Sepak terjang Makhlouf membuat Kementerian Keuangan Amerika Serikat menetapkan sejumlah perusahaannya dalam daftar perusahaan pendukung teroris.

Lahan bisnis Makhlouf menjalar di berbagai sektor. Ia memiliki perusahaan telepon seluler Syriatel, yang menguasai 55 persen pasar Suriah dengan 1,5 juta pelanggan. Dia juga memiliki perusahaan properti Ramak yang menggarap proyek besar di Suriah. Terakhir, dia mendirikan PT Sham yang bergerak di bidang pariwisata dan perusahaan lain di sektor gas, perminyakan, dan semen. Makhlouf memiliki lebih dari 50 persen saham Bank Mashreq dan biro wisata Kurnish di Suriah.

Dia berekspansi ke bidang otomotif dengan mengambil alih perwakilan Mercedes Benz di Suriah dari tangan perwakilan yang lama, perusahaan Omar Sanqar. Dia juga menguasai perwakilan BMW di Suriah dan mewajibkan Kementerian Pertahanan memberi mobil BMW sebagai hadiah bagi perwira tinggi yang memasuki usia pensiun.

Menurut harian Al Akhbar edisi Sabtu (18/6), pengaruh Makhlouf tak lepas dari hubungan ayahnya, Mohamed Makhlouf, dan mendiang Presiden Hafez Assad, ayah Bashar al-Assad. Hafez Assad membuka peluang Mohamed Makhlouf menguasai perbankan Suriah. Rami mewarisi hubungan dekat dengan Bashar.

Pekan lalu, Makhlouf secara mengejutkan mundur dari dunia bisnis dan mengabdikan dirinya di bidang kemanusiaan. Semua laba perusahaannya disumbangkan dan sebagian saham perusahaannya dihibahkan kepada fakir miskin di Suriah.

Namun, jangankan langkah Makhlouf, janji reformasi Assad pada Senin lalu pun tak mampu meredam unjuk rasa. Demonstrasi antipemerintah masih berkobar sehari setelah pidato Assad, yang menyebabkan tujuh orang tewas. (mth)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau