2013, Penjualan Mobil di Indonesia Mencapai Satu Juta Unit

Kompas.com - 23/06/2011, 09:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Melihat pertumbuhan pasar mobil di Indonesia akhir-akhir ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mengatakan, penjualan satu juta unit akan dicapai lebih cepat satu tahun,ke 2013) dari perkiraan awal 2014.

Sebelumnya, sempat muncul kekhawatiran dari Agen Pemegang Merek (APM) asal Jepang yang mengalami masalah karena dampak gempa dan tsunami 11 Maret lalu. Ternyata, pemulihan berlangsung lebih cepat. Menurut Ketua Umum GAIKINDO Sudirman MR, pasokan unit dan komponen yang terganggu di Jepang   mulai pulih bulan ini dan kembali ke operasi penuh, Juli 2011.

"Kalau situasi perekonomian seperti ini, pasar tahun ini tetap pada prediksi awal 780.000 - 830.000 unit. Diperkirakan angka 1 million club (satu juta unit) akan dicapai lebih awal" jelas Sudirman di Hotel Indonesia Kempinski, kemarin.

2012: Tumbuh 10 Persen
Diperkirakan pula, tahun depan  - tanpa mempertimbangkan aspek negatif - pasar mobil nasional akan tumbuh minimal 10 persen. "Prediksi kami sekitar 850.000-900.000 unit. Kalau tercapai,  level satu juta unit tinggal selangkah lagi," lanjut Sudirman.

Sementara itu, Johnny Darmawan, Ketua III Gaikindo menambahkan, sudah saatnya Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. Dengan pasar satu juta, kita akan memimpin kendali,  investasi  pun bakal mengalir ke tanah air.

Produksi Satu Juta
Selanjutnya, ketika ditanya kapan Indonesia bisa mencapai total  produksi satu juta unit, Sudirman mengatakan, waktunya cuma berselang setahun dari penjualan. Dijelaskan, tahun lalu, produksi mobil di tanah air 702.508 unit, sedangkan pasar mencapai 764.710 unit.

"Memang masih ada produk CBU, namun jumlahnya kecil. Jadi kalau tahun ini pasar sekitar 800.000, produksi mobil di tanah air diperkirakan 760.000 unit. Jadi CBU hanya 40.000 unit,” jelasnya.

Sampai kini, total kapasitas maksimum perakitan pabrik mobil di Indonesia 860.000 unit. Kapasitas terpasang satu juta terlampaui jika rencana investasi besar  berjalan.  

Tahun ini beberapa produsen sudah memastikan mendirikan pabrik baru untuk meningkatkan produksi adalah Daihatsu dengan tambahan produksi 100.000 unit per tahun. Toyota, 50.000 unit, Nissan 50.000 unit dan Suzuki 100.000 unit. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau