JAKARTA, KOMPAS.com — Kalangan perbankan makin masif melakukan ekspansi pembiayaan haji. Tingginya potensi pembiayaan membuat mereka berkreasi dengan menyediakan dana, setelah menyediakan layanan simpanan haji.
"Tiap tahun Indonesia menerima kuota haji sekitar 238.000 orang. Dengan biaya sekitar Rp 35 juta, kebutuhan dana mencapai Rp 6 triliun. Itu potensi yang cukup besar dan patut digarap," kata Kepala Unit Syariah Danamon D Prayudha Moelyo di Jakarta, Kamis (23/6/2011).
Menurut dia, daftar tunggu nomor haji saat ini sudah mencapai 1,2 juta orang. Artinya, minat untuk menunaikan ibadah haji di Indonesia sangat tinggi. Fakta tersebut mendorong kalangan perbankan untuk menyediakan pembiayaan haji. Perbankan melihatnya sebagai peluang.
"Masyarakat butuh dana dan kami bisa menyediakannya," kata Prayudha.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang