Tes urine

3 Napi LP Kerobokan Positif Narkoba

Kompas.com - 23/06/2011, 20:34 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Upaya Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali menggelar sidak di Lapas Kelas II A Kerobokan, Denpasar, tak sia-sia. Setelah melakukan tes urine kepada 28 narapidana yang diduga masih terlibat penyalahgunaan narkoba, 3 di antara mereka hasilnya positif.

Dari hasil tes urine, ketiga napi berinisial JS, DS, AF air seninya mengandung narkoba jenis morfin, kokain, amphetamine, hingga methamphetamine. Hasil temuan ini selanjutnya akan disampaikan kepada Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan, Denpasar, Siswanto.

"Itu pendalaman oleh Pak Kalapas, merunut benang merah setelah ditemukan dari mana mereka dapatkan narkoba dan bagaimana mereka menggunakannya," kata Agung Wiradarma, Ketua Tim Sweeping, saat ditemui di sela-sela sidak, Kamis (23/6/2011).

Kalapas Kerobokan, Siswanto, berjanji akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti temuan ini. "Jika ada napi yang terbukti terlibat dalam kasus narkoba. Tentunya, kalau ketahuan membawa narkoba, nanti kami akan limpahkan kasusnya ke kantor polisi," tegas Siswanto.

BNN akan terus mengawasi Lapas Kelas II A Kerobokan karena banyaknya informasi yang menyebutkan peredaran narkoba marak di Lapas terbesar di Bali ini. Sebelumnya BNN juga telah melakukan tes urine bagi pejabat dan pegawai lapas namun hasilnya semua negatif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau