Bintang sepak bola

Neymar, Brilian dan Berbahaya

Kompas.com - 24/06/2011, 05:13 WIB

Neymar bakal menjadi buah bibir hingga beberapa tahun ke depan. Bomber berusia 19 tahun itu terus bersinar dan membuat klub-klub kaya di Eropa, seperti Chelsea, Real Madrid, dan Manchester City, meneteskan air liur. Neymar berada di ambang karier sepak bola yang gemilang. Dia masih muda, brilian, dan berbahaya.

Neymar memang berbahaya tidak hanya bagi pertahanan tim lawan, tetapi juga bagi dirinya sendiri dan rekan satu tim. Pada usia mudanya, melekat ego dan emosi yang meledak-ledak. Emosi yang masih labil itu pula yang membuatnya terlibat perkelahian dengan pemain Penarol seusai membawa klubnya, Santos FC, menjuarai Copa Libertadores, Kamis (23/6) WIB.

Gerakan dirinya yang berusaha menginjak pemain Penarol yang terjatuh sangat mengganggu citra sebagai seorang idola. Musim lalu, ia juga terlibat perseteruan di depan publik dengan rekan setimnya di Santos FC dan Pelatih Dorival Junior karena keinginannya mengambil tendangan penalti ditolak. Perseteruan itu berakhir setelah Santos memecat Dorival.

Saat ini, Neymar menghadapi masa-masa yang menyilaukan. Ia sangat populer di Brasil dan wajahnya menghiasi papan-papan reklame di Sao Paulo. Sosoknya menjadi semakin ikonik dengan rambut gaya mohawk yang ditiru banyak anak muda.

Penampilannya lebih mirip musisi musik cadas dibandingkan dengan pemain sepak bola. Penampilannya yang nge-punk itu semakin menarik perhatian penggemarnya. Namun, kecenderungan Neymar senang terlibat dalam keributan dan kekerasan bisa mengganggu kariernya.

”Seseorang yang benar-benar mengenal saya dan karakter saya tidak akan mengatakan saya harus berubah. Dalam karier dan kehidupan personal saya, saya belajar banyak pelajaran untuk masa depan,” ujar Neymar, seperti dikutip The Guardian.

Di balik penampilan dan kecenderungan berkonflik itu, Neymar merupakan pribadi yang religius. Seperti para pemain Brasil lainnya, ia mensyukuri berkah Tuhan yang telah mengirimnya ke bumi dengan bekal kelihaian menggocek bola dan kecepatan berlari.

Di lapangan hijau, Neymar bisa bermain di tengah atau melebar ke sayap. Ia juga dengan mudah berganti posisi selama pertandingan sehingga mengacaukan konsentrasi pemain bertahan lawan. Ketajaman naluri mencetak gol mengantarnya mencetak 64 gol dalam 131 laga bersama Santos.

Yang paling mengesankan adalah kemampuan berlarinya tidak hanya soal kecepatan, tetapi gerak tipunya, berputar, dan berubah arah. Melihat aksinya itu sungguh mengesankan.

Neymar yang mengaku tidak pernah mencicipi minuman beralkohol itu tumbuh dalam keluarga yang akrab. Ayahnya, Neymar Senior, menggambarkan putranya sebagai ”sekutu” dan dirinya adalah ”sang presiden”.

Pemain yang diikat pasal buy-out senilai 45 juta euro, setara Rp 548,4 miliar, mungkin akan lebih jinak seiring bertambah usianya. Neymar mengaku ingin bermain di Eropa suatu saat nanti, tetapi saat ini lebih memilih bertahan di Santos. Pilihan itu mungkin saja karena Neymar menyadari sisi liarnya yang berbahaya belum sepenuhnya ia kendalikan. (Reuters/AP/ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau