Neymar bakal menjadi buah bibir hingga beberapa tahun ke depan. Bomber berusia 19 tahun itu terus bersinar dan membuat klub-klub kaya di Eropa, seperti Chelsea, Real Madrid, dan Manchester City, meneteskan air liur. Neymar berada di ambang karier sepak bola yang gemilang. Dia masih muda, brilian, dan berbahaya.
Neymar memang berbahaya tidak hanya bagi pertahanan tim lawan, tetapi juga bagi dirinya sendiri dan rekan satu tim. Pada usia mudanya, melekat ego dan emosi yang meledak-ledak. Emosi yang masih labil itu pula yang membuatnya terlibat perkelahian dengan pemain Penarol seusai membawa klubnya, Santos FC, menjuarai Copa Libertadores, Kamis (23/6) WIB.
Gerakan dirinya yang berusaha menginjak pemain Penarol yang terjatuh sangat mengganggu citra sebagai seorang idola. Musim lalu, ia juga terlibat perseteruan di depan publik dengan rekan setimnya di Santos FC dan Pelatih Dorival Junior karena keinginannya mengambil tendangan penalti ditolak. Perseteruan itu berakhir setelah Santos memecat Dorival.
Saat ini, Neymar menghadapi masa-masa yang menyilaukan. Ia sangat populer di Brasil dan wajahnya menghiasi papan-papan reklame di Sao Paulo. Sosoknya menjadi semakin ikonik dengan rambut gaya
Penampilannya lebih mirip musisi musik cadas dibandingkan dengan pemain sepak bola. Penampilannya yang nge-
”Seseorang yang benar-benar mengenal saya dan karakter saya tidak akan mengatakan saya harus berubah. Dalam karier dan kehidupan personal saya, saya belajar banyak pelajaran untuk masa depan,” ujar Neymar, seperti dikutip
Di balik penampilan dan kecenderungan berkonflik itu, Neymar merupakan pribadi yang religius. Seperti para pemain Brasil lainnya, ia mensyukuri berkah Tuhan yang telah mengirimnya ke bumi dengan bekal kelihaian menggocek bola dan kecepatan berlari.
Di lapangan hijau, Neymar bisa bermain di tengah atau melebar ke sayap. Ia juga dengan mudah berganti posisi selama pertandingan sehingga mengacaukan konsentrasi pemain bertahan lawan. Ketajaman naluri mencetak gol mengantarnya mencetak 64 gol dalam 131 laga bersama Santos.
Yang paling mengesankan adalah kemampuan berlarinya tidak hanya soal kecepatan, tetapi gerak tipunya, berputar, dan berubah arah. Melihat aksinya itu sungguh mengesankan.
Neymar yang mengaku tidak pernah mencicipi minuman beralkohol itu tumbuh dalam keluarga yang akrab. Ayahnya, Neymar Senior, menggambarkan putranya sebagai ”sekutu” dan dirinya adalah ”sang presiden”.
Pemain yang diikat pasal