Kejayaan Santos Pulih

Kompas.com - 24/06/2011, 05:15 WIB

Sao Paulo, Kamis - Neymar dan para pemain muda Brasil menancapkan tonggak sejarah baru bagi Santos FC dengan menjuarai Copa Libertadores untuk ketiga kalinya setelah mengalahkan Penarol, 2-1. Kemenangan ini mengembalikan masa kejayaan Santos 48 tahun lalu saat masih diperkuat Pele.

Neymar membuka kemenangan Santos melalui gol pada awal babak kedua. Penyerang masa depan ”Selecao” berusia 19 tahun ini berada di sisi kiri kotak penalti saat menerima umpan Araouca dan melesakkannya ke gawang Penarol pada menit ke-47.

Gol pertama itu disambut gemuruh gembira sekitar 40.000 suporter yang memadati Stadion Pacaembu, Sao Paulo, Brasil, Kamis (23/6) WIB.

Gol keenam Neymar ini diawali umpan Paulo Henrique Ganso menggunakan tumit belakang kepada Araouca. Kedua pemain tengah itu tampil gemilang dengan membangun variasi serangan ke pertahanan Penarol yang disiplin.

Santos yang menemukan celah pertahanan Penarol di babak kedua menambah gol pada menit ke-69 melalui bek kanan Danilo. Ia menggiring bola umpan Elano, melewati pemain bertahan Penarol, dan menundukkan kiper Sebastian Sosa.

Penarol mendapat satu gol sepuluh menit kemudian hasil bunuh diri pemain bertahan Santos. Kemenangan 2-1 di final laga kedua ini cukup bagi Santos untuk menjuarai Copa Libertadores 2011. Santos unggul agregat 2-1 setelah menahan Penarol, 0-0, pada laga pertama di Montevideo, Uruguay.

”Ini hari yang paling menggembirakan dalam hidup saya. Saya mencetak sejarah. Kami layak juara,” ujar Neymar.

Kemenangan ini menyejajarjan Santos dengan Sao Paulo FC yang sama-sama tiga kali menjuarai Copa Libertadores. Dua gelar Santos diraih berturut-turut tahun 1962 dan 1963 saat diperkuat Pele.

Pele yang menyaksikan pertandingan itu kehilangan kata- kata untuk mengungkapkan kegembiraannya atas penampilan gemilang generasi muda Santos. Seusai pertandingan, Pele turun ke lapangan, lalu memeluk Pelatih Santos Muricy Ramalho.

”Kami harus berterima kasih kepada anak-anak muda ini yang telah mempersembahkan gelar kepada kami,” ujar Pele.

”Neymar sangat berbakat. Dia tidak mendapat peluang bagus di babak pertama karena Penarol memiliki pertahanan yang bagus,” ujar Pele.

Pelatih Penarol Diego Aguirre tetap bangga kepada para pemainnya meskipun kalah. Penarol mampu mengimbangi Santos di babak pertama dan tidak memberi peluang mencetak gol bagi tuan rumah.

Namun, di babak kedua, Santos menemukan pola permainannya dan mencetak gol pembuka.

”Gol itu adalah kuncinya. Santos menemukan permainannya dan akhirnya meraih juara. Santos adalah tim hebat dan kami tidak bisa bangkit, tetapi saya sangat bangga kepada para pemain saya,” ujar Aguirre yang memperkuat Penarol saat meraih gelar kelima Copa Libertadores tahun 1987.

”Kemasukan gol di awal babak kedualah yang membunuh kami,” ujar penyerang Penarol, Alejandro Martinuccio.

(Reuters/AP/ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau