Indonesia Gagal Meraih Medali Emas

Kompas.com - 26/06/2011, 02:25 WIB

Karawang, Kompas - Kontingen Indonesia gagal mencuri emas dari sembilan nomor 500 meter yang dipertandingkan pada hari kedua Kejuaraan Canoeing Asia Tenggara di Danau Cipule, Desa Mulyasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (25/6). Raihan itu menggenapi hasil kurang memuaskan hari pertama yang didominasi Thailand.

Singapura mengemas 4 emas, sementara Thailand menambah 3 emas dan Vietnam 2 emas. Secara keseluruhan, posisi Thailand kian mantap di puncak klasemen dengan 9 emas, 3 perak, dan 4 perunggu, diikuti Singapura dengan 5 emas, 3 perak, dan 2 perunggu. Sementara Indonesia di urutan keempat dengan 2 emas, 8 perak, dan 4 perunggu.

Masripah, Kanti Santiawati, Salwiah, dan Rasima yang turun di nomor kayak (K) 4 putri, yang diharapkan menyumbang emas bagi tim Indonesia, hanya finis di urutan kedua, sekitar satu detik di belakang tim Singapura yang mencatat waktu 1 menit, 38,50 detik. Kegagalan juga terjadi di dua nomor senior lain yang akan dipertandingkan di SEA Games, yakni K1 dan K2 putri. Rasima yang turun di K1 serta Yulanda Ester Entong dan Erni Sokoy di nomor K2 tidak meraih medali.

Turun dengan tim terbaik, Thailand tampil perkasa pada kejuaraan yang diikuti 133 atlet dari tujuh negara itu. Atlet ”Negeri Gajah Putih” yang juga dipersiapkan menghadapi SEA Games melesat setelah start dengan ritme kayuhan, kecepatan, dan kekuatan yang lebih baik.

Di nomor yunior, tim Thailand, Singapura, dan Vietnam bersaing ketat. Ketiganya berbagi medali emas di nomor K1 yunior putra dan putri, C1 yunior putra, K2 yunior putra, C2 yunior putra, dan K2 yunior putri.

Pelatih tim canoeing Indonesia, Suryadi, mengakui keunggulan tim tamu, khususnya Thailand dan Singapura. Dia menilai ada sejumlah kekurangan yang harus diperbaiki tim Indonesia, terutama di 15 nomor senior yang akan dipertandingkan di SEA Games.

Menurut rencana, tim Indonesia akan mengikuti kejuaraan dunia di Hongaria pada Agustus 2011. Pada bulan yang sama, tim canoeing yang juga membela tim perahu naga akan mengikuti Kejuaraan Dunia Dragon Boat di California, Amerika Serikat.

Selain uji coba di kejuaraan dunia, Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) juga akan menggelar seleksi untuk menentukan tim inti dayung SEA Games. Atlet yang kini bergabung di pemusatan latihan nasional dan mengikuti kejuaraan Asia Tenggara akan kembali bersaing untuk memperebutkan kuota.

”Hasil kejuaraan ini akan dievaluasi untuk mencari kekurangan dan kelemahan. Ada waktu untuk memperbaiki diri agar bisa bersaing dan merebut medali SEA Games,” kata Manajer Tim Dayung Indonesia Budiman Setiawan. (MKN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau