Jumlah Diabetesi Naik Dobel

Kompas.com - 27/06/2011, 10:45 WIB

Kompas.com - Jumlah penderita diabetes (diabetesi) dewasa di dunia saat ini mencapai 350 juta orang, naik dua kali lipat dibanding pada tahun 1980. Kadar gula darah yang tinggi dan diabetes diperkirakan membunuh 3 juta orang di dunia setiap tahunnya.

Para peneliti dari Imperial College London dan Universitas Harvard melakukan analisa gula darah dari 2,7 juta orang berusia di atas 25 tahun di beberapa negara dan menggunakan hasilnya untuk memperkirakan prevalensi diabetes secara global. Tahun 1980 terdapat 153 juta orang diabetesi, naik menjadi 347 juta di tahun 2008.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet itu menyebutkan, ada dua faktor utama yang menyebabkan peningkatan diabetesi, yakni meningkatnya usia harapan hidup dan bertambahnya berat badan, terutama pada perempuan.

"Hasil riset kami menunjukkan diabetes adalah penyakit yang mudah ditemukan di seluruh dunia. Hal ini kontras dengan penyakit hipertensi dan kolesterol yang mulai menurun di banyak negara. Padahal diabetes lebih sulit dicegah dan diatasi dibanding kondisi lainnya," kata Majid Ezzati dari Imperial College London yang ikut melakukan riset ini.

Peningkatan penderita diabetes paling mencolok terlihat di negara kepulauan Pasifik. Di pulau Marshall misalnya, satu dari tiga wanita dan satu dari empat pria di sana menderita diabetes.

Penyakit diabetes yang tidak terkontrol akan menyebabkan komplikasi penyakit seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, serta kerusakan saraf.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau