Teror bom

Pelaku Teror Bom Bank Bukopin Diselidiki

Kompas.com - 27/06/2011, 16:23 WIB

BANJARBARU, KOMPAS.com - Jajaran Kepolisian Resor Banjarbaru Polda Kalimantan Selatan masih menyelidiki pelaku teror Bank Bukopin Banjarbaru melalui saluran telepon ke kantor cabang pembantu bank itu Jumat lalu.

"Kami masih melakukan penyelidikan pelakunya dan sudah menghubungi pihak untuk melacak nomor telepon yang digunakan pelaku untuk meneror," ujar Kapolres Banjarbaru, AKBP Aby Nursetyanto, Senin (27/6/2011).

Menurut dia, pihaknya sudah meminta "print out" atau data tercetak telepon masuk ke nomor layanan bank yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Km 36 depan kampus Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru kepada PT Telkom.

Namun, karena terbentur hari libur Sabtu dan Minggu sehingga data print out itu masih belum diserahkan PT Telkom dan diharapkan hari Senin sudah diterima agar memudahkan petugas menyelidikinya.

Dijelaskan, data itu akan dijadikan dasar penyelidikan sehingga bisa diketahui nomor telepon masuk pada hari kejadian dan bisa dilacak keberadaan pelaku teror yang mengaku bernama Imam Amrozi itu.

"Jika telepon yang digunakan adalah nomor telepon rumah, kemungkinan bisa dilacak tetapi juga pelakunya menggunakan telepon seluler baik CDMA maupun GSM, cukup sulit melacaknya," ungkap kapolres.

Dikatakan pihaknya juga sudah memintai keterangan saksi yakni Koordinator Pelayanan dan Operasi kantor cabang pembantu Bank Bukopin Banjarbaru, Meiri yang sekaligus penerima telepon ancaman bom.

Selain Meiri, sejumlah saksi lain juga dimintai keterangan termasuk beberapa karyawan rumah toko di samping kiri dan kanan yang dijadikan Bank Bukopin sebagai kantor cabang pembantu tersebut.

"Keterangan karyawan ruko sebelah kiri dan kanan, mereka tidak pernah bermasalah dengan Bank Bukopin dan sebaliknya sehingga kecil kemungkinan pelakunya orang di sekitar lingkungan setempat," ujarnya.

Mengenai motif ancaman bom yang disampaikan pelaku, pihaknya menduga pelakunya hanya iseng dan main-main untuk mendapat perhatian tetapi tidak menyadari tindakannya itu membawa dampak kurang baik.

Sementara itu, aktivitas di kantor cabang pembantu Bank Bukopin, Senin sudah mulai lancar dan pelayanan di bank swasta itu sudah normal seperti hari-hari biasa.

Teror bom terhadap kantor cabang pembantu Bank Bukopin Banjarbaru itu terjadi Jumat (24/6/2011) siang sebelum shalat Jumat dimana seorang pria yang mengaku bernama Imam Amrozi menelepon kantor bank itu.

Pelaku menyampaikan pesan sudah menaruh bom di kantor bank itu dan akan meledak usai shalat Jumat sehingga pihak bank melaporkan ancaman ke Polres Banjarbaru yang langsung berkooordinasi dengan Gegana Brimob.

Hasil penyisiran anggota Gegana Brimob di sekitar ruko yang dijadikan kantor bank tidak ditemukan benda mencurigakan maupun bahan peledak yang disebutkan pelaku.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau