Obat Prostat Dilirik untuk Kanker Payudara

Kompas.com - 27/06/2011, 16:58 WIB

KOMPAS.com – Obat yang saat ini dipakai para dokter untuk mengatasi kanker prostat menjadi kandidat kuat untuk mengobati kanker yang sulit disembuhkan, yakni kanker payudara. Penelitian awal menunjukkan beberapa tipe tumor payudara merespon dengan baik obat kanker prostat.

Sebelumnya, pengobatan menggunakan hormon seperti tamoxifen dan aromatase inhibitor pada obat kanker prostat dikatakan tidak cukup efektif melawan 30% dari kanker payudara. Tetapi penelitian laboratorium terbaru di Cambridge, dalam The Journal EMBO, menyarankan beberapa tumor payudara ternyata dapat merespon dengan baik.

Cancer Research Inggris mengatakan bahwa temuan itu sebagai "kejutan besar". Pasalnya, hormon (tamoxifen dan aromatase) dapat mengaktifkan gen yang menyebabkan perkembangan sel yang tak terkendali dan berkembang menjadi tumor.

Pada wanita, kanker payudara dapat terjadi karena berlebihnya hormon estrogen. Sedangkan pada pria, kanker prostat dapat disebabkan karena peningkatan oleh hormon testosteron. Terobosan telah dibuat dalam pengobatan kanker payudara dengan mengembangkan obat yang mengganggu hormon estrogen dan menghentikan perkembangan tumor.

Para peneliti di Cancer Research Inggris Cambridge Research Institute menemukan bahwa beberapa hormon estrogen negatif sebagai penyebab tumor justru dipengaruhi oleh hormon laki-laki. Gen yang sama yang diaktifkan oleh hormon perempuan pada tumor estrogen responsif dengan yang diaktifkan oleh hormon pria.

Ini menimbulkan prospek bahwa obat yang sudah dikembangkan untuk kanker prostat bisa membantu beberapa wanita. Sementara hormon androgen, seperti testosteron, yang biasanya dikaitkan dengan perkembangan laki-laki, sebenarnya juga ada pada wanita meski dalam jumlah yang tidak banyak.

Dr Ian Mills, ketua peneliti mengatakan, pasien dengan tipe estrogen-reseptor-negatif pada kanker payudara berpotensi mendapatkan keuntungan dari terapi yang diberikan pada pasien kanker prostat. "Penemuan ini bisa mengubah pengobatan untuk kelompok ini di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Dr Lesley Walker, dari Cancer Research UK, mengatakan, “Kanker prostat tergantung pada reseptor androgen sehingga menjadi sebuah kejutan besar apabila jenis kanker payudara mungkin juga dipicu oleh protein ini."

Dr Caitlin Palframan, policy manager at Breakthrough Breast Cancer, mengatakan, “Penelitian ini dapat menjadi pintu pembuka untuk perawatan personal pada kelompok kecil pasien kanker payudara. Wanita dengan penyakit reseptor estrogen negatif memiliki sedikit pilihan pengobatan dan cara-cara baru untuk mengatasi hal itu sangat dibutuhkan,” tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau