JAKARTA, KOMPAS.com - Kereta api Ekonomi AC yang baru keluar dari stasiun Lenteng Agung menuju arah Bogor, Selasa (28/6/2011) malam, pukul 23.20 WIB dilempari batu oleh puluhan anak di bawah umur. Lemparan batu tersebut mengenai pelipis Eka Pahrijal Putra, salah seorang petugas keamanan kereta api.
"Sekelompok anak dibawah umur melempari kereta api semalam dan mengenai salah seorang petugas keamanan kereta api," kata Kepala Humas Polisi Sektor Jagakarsa Aiptu Darsono, ditemui di kantor Polisi Sektor Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (29/6/2011).
Petugas kereta api yang terkena lemparan itu, lanjut Darsono, segera turun dan mengejar sekelompok anak yang jumlahnya puluhan itu.
"Karena baru keluar dari stasiun, kereta tersebut masih berjalan pelan. Langsung saja petugas tersebut turun dan segera mengejar sekelompok anak tersebut. Dari pengejarannya, satu orang berhasil diamankan dan dibawa ke kantor polisi," kata Darsono.
Atas keinginan korban, kasus ini diselesaikan secara musyawarah, lantaran pelaku pelemparan yang diketahui bernama Fiqri (13) masih di bawah umur.
"Setelah orang tua anak ini datang dan meminta maaf, korban memilih menyelesaikan kasus ini secara musyawarah dan mengganti biaya pengobatan. Kita tidak memaksa harus diselesaikan secara musyawarah, kecuali pidana murni, seperti narkoba atau pembunuhan," tambahnya.
Darsono juga menambahkan, motif yang dilakukan anak tersebut hanya perbuatan iseng dari anak-anak yang tidak memikirkan akibat dari perbuatannya.
"Iseng, lagi kumpul-kumpul. Mereka tidak memikirkan dampaknya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Tim Penertiban Daerah Operasi 1 Jakarta PT KAI, Sujadi mengharapkan para orang tua agar bisa membina anaknya dan memberi pengertian jangan sampai kejadian ini terulang kembali.
"Kami tetap kompromi, yang penting ada komitmen dari orang tua agar tidak kejadian seperti ini tidak terulang kembali, karena membahayakan orang lain," tambah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang