Pariwisata Jadi Sektor Andalan NTB

Kompas.com - 29/06/2011, 23:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Visit Lombok Sumbawa 2012 memang menjadi ajang promosi pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun tahun kunjungan yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2009 tersebut tidak dapat terlaksana maksimal tanpa persiapan matang.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi NTB telah mempersiapkan beberapa program untuk menunjang tahun kunjungan NTB itu. Salah satunya adalah revitalisasi obyek-obyek wisata di NTB.

"Persiapan yang kami lakukan adalah revitalisasi Pantai Sengigi di Lombok dan Pantai Lakey Hu'u di Dompu. Lalu penataan obyek-obyek wisata di 13 lokasi di berbagai kabupaten yang ada di NTB," jelas Gubernur NTB, M. Zainul Madji dalam jumpa pers terkait Lombok Sumbawa Pearl Festival di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (28/6/2011).

Selain itu, pihaknya akan melakukan peningkatan di bidang sumber daya manusia. Hotel pun tak kalah penting. Ia menjelaskan rencananya akan ada penambahan 1000 kamar dari hotel-hotel berbintang di NTB. "Akan ada banyak hotel baru bernuansa resort dan boutique hotel," katanya.

Wisata di bidang MICE (Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran) pun menjadi program wisata yang digalakkan NTB. Beberapa hotel di Lombok menyiapkan ballroom dengan kapasitas antara 800 hingga 3.000 orang.

"Selain itu bandara internasional akan mulai operasi Oktober 2011. Ini akan mempercepat dan trigger potret pariwisata NTB," kata Zainul.

Ia menuturkan bandara baru tersebut luasnya 19 kali lebih luas daripada bandara yang ada sekarang, yaitu mencakup luas mencapai 5500 hektar.

Sedangkan beberapa investor tertarik menggarap wisata di NTB. Seperti Kawasan Madalika yang akan dikembangkan menjadi kawasan resor seperti Nusa Dua. Zainul mengatakan kawasan Mandalika dirancang bertaraf kelas dunia. Apalagi, lanjutnya, secara lokasi hanya 14 kilometer dari bandara.

Menurut Gubernur NTB, kontribusi pariwisata pada bidang ekonomi sangat besar dan dirasakan pula oleh masyarakat setempat. Menurutnya, peningkatan ekonomi dari pariwisata lebih besar dibanding sektor-sektor lain.

"Pertanian kita itu konstan. Kalau pariwisata terus meningkat. Pariwisata itu multiplier effect-nya besar sekali. Bidang ini di NTB menyerap tenaga kerja kedua terbesar setelah pertanian, ini termasuk sentra kerajinan tangan dari masyarakat. Berarti menunjang ekonomi NTB dan berpotensi besar," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau