3 Mitos Seputar Obat Kumur

Kompas.com - 30/06/2011, 08:50 WIB

KOMPAS.com — Berkumur sehabis menggosok gigi dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi. Namun, itu hanya tercapai apabila Anda paham bagaimana cara menggunakannya dengan benar. Menurut Dr Euan Swan dari Canadian Dental Association, Ottawa, manfaat yang diperoleh dari penggunaan cairan untuk berkumur atau mouthwash bergantung pada tipe produk yang Anda gunakan. Selain itu, penting bagi Anda untuk tidak terpengaruh berbagai kabar yang beredar seputar penggunaan mouthwash.

1. Semua jenis "mouthwash" baik untuk kesehatan
Ada baiknya Anda memilih jenis mouthwash yang tidak banyak mengandung alkohol karena ini akan menyebabkan mulut jadi kering. Selain itu, mouthwash yang tinggi kadar alkoholnya juga dapat merusak jaringan di dalam mulut. "Pada sebagian orang, alkohol dapat menyebabkan gigi menjadi lebih sensitif," kata Dr Lewis West, dokter gigi dari Toronto.

Pilihan mouthwash yang bebas alkohol bisa dijadikan alternatif, tetapi bahan-bahan lain di dalamnya juga dapat menimbulkan efek samping. Mouthwash dengan kandungan chlorhexidine, misalnya, tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang karena dapat menghilangkan kemampuan indra pencecap Anda, serta berbahaya apabila tertelan.

2. "Mouthwash" menghilangkan bau mulut
Aroma tidak sedap dari mulut memang akan hilang setelah berkumur, tetapi sebenarnya efeknya hanya sebentar. Apalagi apabila yang Anda gunakan adalah cairan kumur yang mengandung banyak alkohol. Bukannya napas tak sedap hilang, malah makin tercium baunya! Menurut pakar, sebenarnya aroma tak sedap yang dihasilkan dari makanan, sebut saja bawang putih, berasal dari paru-paru pada saat Anda mengembuskan napas.Jadi, berkumur dengan mouthwash beraroma segar tidak akan terlalu membantu. Selain itu, saliva di mulut Anda juga cenderung melarutkan obat kumur. Pada beberapa kasus, protein di dalam saliva dapat mengurangi efektivitas bahan-bahan yang ada dalam obat kumur.

3. Kumur sebentar, lalu buang
Berkumur dengan mouthwash tidaklah secepat yang Anda lihat di iklan televisi. Menurut ahli, sebagian besar mouthwash baru dapat bekerja dengan efektif apabila berada dalam mulut Anda selama 30 detik untuk sekali kumur. Sayangnya, banyak orang yang mengatakan bahwa aroma mouthwash yang kuat dan sangat menyengat itu membuat mereka tidak dapat menahannya di mulut selama itu.

"Intinya, jika Anda mau mendapat manfaat dari mouthwash, gunakan sesuai aturan pakainya," kata Dr Swan. Apabila tidak, hasilnya tidak akan maksimal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau