Cirus Curhat Tak Bisa Tidur Dua Bulan

Kompas.com - 30/06/2011, 22:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus mafia hukum Cirus Sinaga mencurahkan keluh kesahnya dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (30/6/2011). Kepada majelis hakim yang diketuai Albertina Ho, jaksa nonaktif itu mengaku sulit tidur sejak sekitar dua bulan lalu karena kadar gula darahnya terus naik. Hal tersebut disampaikan Cirus menjawab pertanyaan hakim soal kondisi kesehatannya.

"Saya sudah tidak tahan lagi karena saya tidak bisa tidur dua bulan lebih," kata Cirus. Meskipun sudah diberi obat oleh petugas rutan, lanjut Cirus, dia tetap sulit tidur. "Saya sampai jatuh dari tempat tidur yang mulia," tambahnya.

Menanggapi keluhan Cirus itu, Albertina menyarankan agar tim kuasa hukum Cirus mengajukan permohonan untuk dia berobat di luar tahanan. "Sehingga majelis bisa mempertimbangkan apakah bisa berobat atau tidak dengan dokter di luar rutan," ujar Albertina.

Cirus Sinaga menjadi terdakwa dalam kasus mafia hukum. Dia terancam hukuman 20 tahun penjara karena diduga menghalang-halangi penyidikan terhadap Gayus H Tambunan, tersangka tindak pidana pencucian uang di Pengadilan Negeri Tangerang. Cirus didakwa menghilangkan pasal korupsi dalam dakwaan Gayus dan memerintahkan AKP Sri Sumartini untuk menambahkan pasal penggelapan dalam dakwaan Gayus. Pada akhirnya, majelis hakim PN Tangerang yang diketuai Muhtadi Asnun memvonis bebas Gayus.

Selain itu, Cirus juga didakwa dengan sengaja mencegah atau menggagalkan secara langsung maupun tidak langsung proses penuntutan terhadap Gayus. Juga didakwa melakukan penyelewengan wewenang sebagai seorang jaksa. Hari ini, majelis hakim membacakan putusan sela perkara Cirus. Hakim memutuskan menolak eksepsi atau nota keberatan yang diajukan tim kuasa hukum Cirus.

"Memerintahkan penuntut umum melanjutkan pemeriksaan perkara atas nama Cirus Sinaga," ujar Albertina.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau