Agus Bidik Emas Jarak Jauh

Kompas.com - 01/07/2011, 03:35 WIB

Jakarta, Kompas - Pelari jarak jauh, Agus Prayogo, bertekad mempertahankan medali emas 10.000 meter yang dia raih di SEA Games Laos 2009. Agus juga siap merebut emas dari lari 5.000 meter di SEA Games XXVI/2011. Untuk itu, dia fokus melatih daya tahan dan kecepatan.

Kamis (30/6), Agus Prayogo mengatakan, empat bulan menjelang SEA Games 2011 performa dia, terutama untuk kecepatan dan daya tahan, baru 80 persen. Pencapaian tersebut belum 100 persen dari performanya pada tahun lalu kala turun di Asian Games 2010 di Guangzhou, China.

Di Asian Games 2010, Agus mencatat waktu 29 menit 25 detik di nomor 10.000 meter sekaligus menciptakan rekor nasional baru. Di SEA Games Laos 2009, Agus membukukan 29 menit 50 detik untuk menyelesaikan nomor 10.000 meter dan merebut emas.

”Dari catatan waktu 2009 ke 2010, prestasi saya membaik. Saya ingin mempertahankan emas di 10.000 meter dan merebut emas di 5.000 meter di SEA Games,” ujar Agus (Jawa Tengah) pada Kejuaraan Nasional Atletik 2011 di Stadion Madya, Senayan.

Untuk itu, Agus mengikuti kejuaraan-kejuaraan semimaraton sebagai ajang melatih daya tahan. Dia juga turun di nomor 1.500 meter dan 5.000 meter untuk melatih kecepatan.

Untuk nomor semimaraton, Agus mengikuti kejuaraan semimaraton di Incheon, Korea Selatan, 27 Maret 2011, dengan catatan waktu 1 jam 8 menit 29 detik. Agus juga tampil di kejuaraan Taiwan Open Mei 2011 di nomor 1.500 meter dengan catatan waktu 3 menit 49,65 detik.

”Saya masih perlu mengikuti sejumlah kejuaraan pada masa prakompetisi, antara lain Kejuaraan Atletik Asia di Kobe, Jepang, dan olimpiade militer di Brasil yang keduanya berlangsung Juli,” kata Agus.

Selain itu, Agus ikut di International Army Half Marathon di Singapura, September 2011. Melalui berbagai kejuaraan, Agus optimistis kecepatan dan daya tahannya akan terbentuk. Jadi, saat turun di SEA Games pada November 2011, performanya 100 persen siap.

Sprinter asal Nusa Tenggara Barat, Fadlin, menyampaikan keyakinan yang sama. Di SEA Games Laos 2009, Fadlin meraih perunggu di nomor 100 meter dengan waktu 10,61 detik.

”Di SEA Games 2011, saya optimistis meraih emas. Catatan waktu terbaik saya kini 10,42 detik pada babak penyisihan kejurnas atletik,” ujarnya.

Di final, Fadlin merebut emas, tetapi catatan waktunya sedikit melambat menjadi 10,46 detik.

Seleksi selesai

Cabang karate dan cabang dayung selesai menyeleksi atlet-atlet untuk memperkuat tim inti SEA Games. Akan tetapi, pengurus kedua cabang tersebut perlu mengevaluasi atlet terpilih untuk betul-betul mendapat atlet berkualitas dan kompeten.

Manajer SEA Games PB FORKI Zulkarnaen Purba mengatakan, dari hasil seleksi, PB FORKI mendapat 21 nama karateka dari seluruh atlet yang tergabung di pelatnas dan dua karateka nonpelatnas. Dua karateka nonpelatnas tuntas menjalani tes fisik dan kesehatan.

”Hasilnya kami sampaikan kepada Ketua Umum PB FORKI untuk mendapatkan tim inti definitif,” ujar Purba.

Cabang dayung juga selesai menyeleksi 126 pedayung pelatnas dan nonpelatnas. Seleksi selama dua hari, 29-30 Juni 2011, itu bertujuan untuk mendapat pedayung perahu naga putra/putri, pedayung kayak putra/putri, dan pedayung kano putra. ”Kami memiliki nama-nama pedayung yang bakal memperkuat tim. Namun, kami masih harus mendiskusikan hasil seleksi secara keseluruhan,” ujar Pelatih Perahu Naga Suryadi.

(HLN/WAD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau