Kamis (30/6), Agus Prayogo mengatakan, empat bulan menjelang SEA Games 2011 performa dia, terutama untuk kecepatan dan daya tahan, baru 80 persen. Pencapaian tersebut belum 100 persen dari performanya pada tahun lalu kala turun di Asian Games 2010 di Guangzhou, China.
Di Asian Games 2010, Agus mencatat waktu 29 menit 25 detik di nomor 10.000 meter sekaligus menciptakan rekor nasional baru. Di SEA Games Laos 2009, Agus membukukan 29 menit 50 detik untuk menyelesaikan nomor 10.000 meter dan merebut emas.
”Dari catatan waktu 2009 ke 2010, prestasi saya membaik. Saya ingin mempertahankan emas di 10.000 meter dan merebut emas di 5.000 meter di SEA Games,” ujar Agus (Jawa Tengah) pada Kejuaraan Nasional Atletik 2011 di Stadion Madya, Senayan.
Untuk itu, Agus mengikuti kejuaraan-kejuaraan semimaraton sebagai ajang melatih daya tahan. Dia juga turun di nomor 1.500 meter dan 5.000 meter untuk melatih kecepatan.
Untuk nomor semimaraton, Agus mengikuti kejuaraan semimaraton di Incheon, Korea Selatan, 27 Maret 2011, dengan catatan waktu 1 jam 8 menit 29 detik. Agus juga tampil di kejuaraan Taiwan Open Mei 2011 di nomor 1.500 meter dengan catatan waktu 3 menit 49,65 detik.
”Saya masih perlu mengikuti sejumlah kejuaraan pada masa prakompetisi, antara lain Kejuaraan Atletik Asia di Kobe, Jepang, dan olimpiade militer di Brasil yang keduanya berlangsung Juli,” kata Agus.
Selain itu, Agus ikut di International Army Half Marathon di Singapura, September 2011. Melalui berbagai kejuaraan, Agus optimistis kecepatan dan daya tahannya akan terbentuk. Jadi, saat turun di SEA Games pada November 2011, performanya 100 persen siap.
Sprinter asal Nusa Tenggara Barat, Fadlin, menyampaikan keyakinan yang sama. Di SEA Games Laos 2009, Fadlin meraih perunggu di nomor 100 meter dengan waktu 10,61 detik.
”Di SEA Games 2011, saya optimistis meraih emas. Catatan waktu terbaik saya kini 10,42 detik pada babak penyisihan kejurnas atletik,” ujarnya.
Di final, Fadlin merebut emas, tetapi catatan waktunya sedikit melambat menjadi 10,46 detik.
Cabang karate dan cabang dayung selesai menyeleksi atlet-atlet untuk memperkuat tim inti SEA Games. Akan tetapi, pengurus kedua cabang tersebut perlu mengevaluasi atlet terpilih untuk betul-betul mendapat atlet berkualitas dan kompeten.
Manajer SEA Games PB FORKI Zulkarnaen Purba mengatakan, dari hasil seleksi, PB FORKI mendapat 21 nama karateka dari seluruh atlet yang tergabung di pelatnas dan dua karateka nonpelatnas. Dua karateka nonpelatnas tuntas menjalani tes fisik dan kesehatan.
”Hasilnya kami sampaikan kepada Ketua Umum PB FORKI untuk mendapatkan tim inti definitif,” ujar Purba.
Cabang dayung juga selesai menyeleksi 126 pedayung pelatnas dan nonpelatnas. Seleksi selama dua hari, 29-30 Juni 2011, itu bertujuan untuk mendapat pedayung perahu naga putra/putri, pedayung kayak putra/putri, dan pedayung kano putra. ”Kami memiliki nama-nama pedayung yang bakal memperkuat tim. Namun, kami masih harus mendiskusikan hasil seleksi secara keseluruhan,” ujar Pelatih Perahu Naga Suryadi.