Atm dibakar

Polisi Masih Usut Pelaku Pembakar ATM

Kompas.com - 01/07/2011, 11:46 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepolisian hingga kini belum bisa memastikan jenis kelamin pelaku pembakaran anjungan tunai mandiri milik BNI di Jalan Dipatiukur, Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/6/2011). Hasil pemeriksaan melalui kamera pengawas belum banyak memberi titik terang. Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Jabar, Komisaris Besar Fachrudin mengungkapkan, pelaku memang menutupi wajahnya dengan helm full face.

Selama melakukan aksi pembakaran, sang pelaku yang mengenakan jaket berwarna hitam sempat membuka kaca penutup helmnya. Namun, wajahnya tetap terlihat kurang jelas. 

"Jenis kelaminnya pun belum bisa dipastikan," ujar Fachrudin, Jumat (1/7/2011).

Dia memastikan bahwa seluruh orang yang diduga terlibat akan dimintai keterangan. Saat ini sudah ada empat orang yang diperiksa sebagai saksi.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu unit ATM di kompleks toko busana muslim Rabbani, Kamis (30/6/2011), mengalami rusak parah akibat ledakan yang terjadi sekitar pukul 2.15 dinihari. Menurut penyelidikan polisi di lapangan, ledakan tersebut diakibatkan pelaku yang membakar bagian dalam ruang ATM. Dua unit ATM di sebelahnya milik BJB dan BRI tidak mengalami kerusakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau