Kabareskrim baru

Sutarman: Tak Akan Ada Kasus Pesanan

Kompas.com - 01/07/2011, 14:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai pekan depan, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman akan resmi menjabat sebagai Kabareskrim Polri, menggantikan Komjen Ito Sumardi yang akan memasuki masa pensiun. Terkait jabatan barunya yang disebut sarat benturan politik, Sutarman berjanji tidak akan menerima "pesanan" kasus dari pihak mana pun.

"Tidak akan ada pesanan kasus. Saya kira penegakan hukum jangan dicampuradukkan dengan kepentingan politis," ujar Sutarman, Jumat (1/7/2011), seusai peringatan HUT  ke-65 Bhayangkara, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Sutarman menyatakan, tidak akan segan menegakkan hukum manakala ada oknum yang memanfaatkan situasi atau kebijakan tertentu. Ia menegaskan, kepentingan masyarakat menjadi unsur yang paling penting untuk dilindungi.

"Kalau ada kebijakan untuk menguntungkan dirinya sendiri itu melanggar undang-undang, maka hukum harus ditegakkan. Tapi kalau tidak dipidanakan justru akan berbahaya. Makanya harus kita bedakan," ucap mantan Kapolda Jawa Barat ini.

Namun, Sutarman enggan berkomentar soal kelanjutan penanganan kasus pembobolan dana Citibank oleh Melinda Dee dan kasus pemalsuan surat Mahkamah Konstitusi (MK) yang diduga dilakukan politisi Partai Demokrat, Andi Nurpati.

"Tunggu habis pelantikan saja," ujarnya.

Sutarman menjelaskan bahwa dalam kasus pemalsuan surat MK, polisi akan selalu bergerak sesuai barang bukti dan keterangan saksi. "Kalau tidak ada, mana bisa berkasnya kita ajukan ke jaksa penuntut umum. Kalau diajukan juga akan bolak-balik," kata Sutarman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau