Gerakan Pramuka Benteng Radikalisme

Kompas.com - 04/07/2011, 03:19 WIB

OGAN KOMERING ILIR, KOMPAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, Pramuka merupakan wadah pembentukan watak bela bangsa dan cinta Tanah Air yang dapat membentengi generasi muda dari pengaruh buruk, seperti kekerasan, radikalisme, dan terorisme.

”Karena itu, revitalisasi gerakan Pramuka harus terus dilakukan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memimpin upacara pembukaan Jambore Nasional IX yang diadakan di Bumi Perkemahan Danau Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (2/7).

Jambore Nasional IX yang berlangsung 2-9 Juli itu diikuti sekitar 24.000 anggota Pramuka, terdiri dari 17.000 anggota Pramuka Penggalang dari 495 kwartir cabang kota dan kabupaten serta pendamping. Selain itu, ikut juga sekitar 200 anggota kepanduan dari Brunei, Malaysia, dan Singapura.

Menurut Presiden, gerakan Pramuka merupakan bentuk pendidikan nonformal yang melengkapi pendidikan formal untuk mengasah watak dan karakter generasi muda.

Untuk mendukung perluasan gerakan Pramuka, pemerintah daerah perlu mengalokasikan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) serta menggalang dana dari dana pertanggungjawaban sosial (CSR) perusahaan.

Yudhoyono, selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, juga meminta semua menteri membantu pengembangan gerakan kepanduan ini. ”Perlu juga diadakan unit penelitian untuk mengkaji teknik dan pengembangan Pramuka di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Multikulturalisme

Selama sepekan, para peserta dari berbagai suku, agama, dan ras hidup bersama menjalani 57 kegiatan. ”Mereka mempraktikkan kemandirian, gotong royong, dan keterampilan. Sikap toleransi dan persaudaraan yang menjadi pijakan multikulturalisme diharapkan meresap kepada semua peserta,” kata Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar.

Azrul mengatakan, sejak pencanangan revitalisasi Pramuka lima tahun lalu, saat ini jumlah anggota Pramuka meningkat hingga sekitar 22 juta anggota di 317.190 gugus depan.

Salah satu sumber pendanaan Pramuka adalah dana bantuan operasional sekolah. Saat ini kurikulum dan metode pendidikan Pramuka tengah dalam proses pembuatan. Diharapkan, tiga tahun ke depan, kurikulum baru ini sudah dapat dilaksanakan di semua gugus depan. Selain itu, tengah disiapkan pula pembentukan Unit Litbang Gerakan Pramuka, Unit Pusat Pendidikan Latihan Nasional Pramuka, dan Satuan Komunitas.

Upacara pembukaan diwarnai kejadian di luar rencana. Dua anggota Pramuka dari Halmahera Selatan, Maluku Utara, Harmaen Chalid (8) dan Faizal Muhammad (8), berhasil lolos dari Pasukan Pengamanan Presiden. Dengan cerdik, keduanya berlari maju ke podium untuk bergabung bersama dua anggota Pramuka yang mendapat penyematan tanda berlangsungnya Jambore Nasional dari Presiden, kemudian keduanya menjabat tangan Presiden. (IRE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau