Pemilu thailand

Kalah, Abhisit Mundur dari Ketua Partai

Kompas.com - 04/07/2011, 14:27 WIB

BANGKOK, KOMPAS.com - Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai ketua Partai Demokrat, Senin (4/7/2011), saat lawannya, Yingluck Shinawatra, dipastikan akan menjadi perempuan pertama yang menjadi perdana menteri negara itu.

Partai Pheu Thai pimpinan Yingluck mendominasi pemilihan umum negara itu, yang berlangsung Minggu kemarin. Hasil resmi memang belum diumumkan, tetapi dengan lebih dari 90 persen suara telah dihitung pada hari ini, Pheu Thai telah memenangkan 265 kursi dari 500 kursi yang ada di parlemen negara itu.

Abhisit, sebelumnya, telah mengakui kekalahan partainya.

"Jika dibandingkan dengan hasil pemilu 2007 dengan pemilu tahun ini, kami (hanya) memiliki sedikit kursi parlemen," kata Abhisit melalui kantor berita Thailand, MCOT. "Saya berpikir bahwa saya perlu mengambil tanggung jawab ini, jadi hari ini saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi pemimpin partai (Demokrat), dan saya akan membiarkan partai memilih pemimpin baru dalam waktu 90 hari."

Sementara itu, Yingluck siap untuk menjadi perdana menteri baru, lima tahun setelah kakaknya, mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, digulingkan dalam sebuah kudeta militer. "Hal pertama yang saya ingin lakukan adalah membantu situasi ekonomi rakyat," kata Yingluck, Minggu.

Nilai saham Thailand di pasar saham negara itu melonjak lebih dari tiga persen, atau naik 33 poin pada pembukaan hari Senin menyusul kemenangan partai Pheu Thai tersebut. Menurut komisi pemilihan Thailand, tingkat partisipasi warga dalam pemilihan itu mencapai lebih dari 70 persen.

Thaksin, saudara laki-laki Yingluck, menjadi salah satu figur yang paling memecah belah dalam sejarah politik Thailand. Dua tahun setelah kudeta tahun 2006, ia meninggalkan Thailand setelah dihukum atas tuduhan korupsi. Namun ia menyangkal semua yang dituduhkan kepadanya. Para pengeritik Yingluck kuatir, dia hanya akan melakukan perintah kakaknya. Namun Yingluck membantah kemungkinan tersebut.

Namun sebelum Yingluck bahkan memberikan pidato kemenangannya, Thaksin telah meluncurkan komentarnya dari pengasingan di Dubai. "Yah, saya akan memberitahu mereka bahwa saya benar-benar ingin kembali, tapi saya akan menunggu saat dan situasi yang tepat," kata Thaksin kepada wartawan.

Sementara itu, AS memberi selamat kepada Thailand atas pemilihan yang sejauh ini berlangsung aman. "Kami mengucapkan selamat kepada rakyat Kerajaan Thailand, teman lama lama dan sekutu kami, atas partisipasi mereka dalam pemilihan parlemen pada 3 Juli," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland, dalam sebuah pernyataan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau