Puluhan Karyawan Misbakhun Tuntut Gaji

Kompas.com - 04/07/2011, 18:22 WIB

PASURUAN, KOMPAS.com - Sekitar 80 karyawan PT Agar Sehat Makmur Lestari (ASML), pabrik produsen agar-agar milik mantan DPR RI Misbakhun melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (4/7/2011).

Mereka menuntut pencairan 50 persen gaji yang belum terbayar selama dua bulan terakhir. Saat datang di gedung wakil rakyat itu, mereka langsung meneriakkan agar anggota DPRD Pasuruan turut mendesak menejemen pabrik segera mencairkan gaji bulan Mei dan Juni.

"Kami tidak perlu janji, tapi kami butuh gaji," teriak salah satu karyawan. Nasib puluhan karyawan PT. ASML memang sangat ironis seiring keberadaan Misbakhun yang tersandung kasus pemalsuan pencairan deposito dalam penerbitan fasilitas Letter of Credit (L/C).

Sejak bulan November 2010, puluhan karyawan tersebut hanya digaji sebesar 50 persen dari gaji yang biasa diterimanya. "Sedangkan status kami tetap menjadi karyawan PT ASML, meski saat ini tidak melakukan produksi," jelas Nur Hanna, salah satu karyawan PT ASML.

Tak hanya soal gaji, mereka juga menuntut kejelasan pembayaran Jamsostek yang tidak dibayarkan pihak pabrik sejak 2009 hingga sekarang. Akibatnya, mereka tidak bisa menggunakan kartu Jamsostek yang biasa digunakan untuk berobat. "Dan jika dihitung, karyawan dirugikan sekitar Rp 100 juta pada jaminan kesehatan itu," tambahnya.

Usai melakukan orasi setengah jam, puluhan karyawan akhirnya diterima oleh anggota komisi D DPRD Pasuruan untuk melakukan dialog. Sayangnya, dalam pertemuan tersebut tidak banyak keputusan yang dicapai karena pihak PT ASML tidak bisa hadir.

"Untuk itu kawan-kawan kami harap bersabar, pertemuan akan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan agenda menghadirkan menejemen PT ASML. Agar tuntutan kawan-kawan langsung bisa dijawab," jelas Sutar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau