Pantauan harga di Pasar Grogol, Jakarta Barat, dan Pasar Rawabadak di Jakarta Utara, Senin (4/7), kenaikan harga beras mencapai Rp 1.000 per kg. Harga beras kelas medium, seperti IR64 dan IR2, naik dari Rp 6.500 menjadi Rp 7.500 per kg.
Di Tangerang dan Banten, harga beras kelas premium, seperti setra dan pandan wangi, naik dari Rp 8.500 menjadi Rp 9.000 per liter. Harga beras kualitas rendah pun, seperti beras C4, yang sebelumnya Rp 5.800 per kg, saat ini naik menjadi Rp 6.000 per kg.
Menurut sejumlah pedagang, mereka belum mengetahui penyebab utama kenaikan harga beras itu karena pasokannya tak mengalami gangguan, tetapi beredar kabar terjadi gagal panen.
”Kalau gagal panen, tak pernah ada beritanya di media massa. Tahunya harga itu sudah naik dari pasar induk. Katanya, harga beras bisa naik terus sampai Lebaran,” ujar Fetri, pedagang beras di Pasar Grogol.
Akibat kenaikan harga beras itu, menurut salah seorang pedagang beras di Pasar Induk Rau di Banten, Surji, para pelanggan yang biasanya membeli beras
Sama halnya dengan beras, kenaikan harga telur juga terjadi tanpa diketahui sebab yang jelas, sementara pasokannya tetap
Harga telur yang sepekan lalu masih Rp 15.000 per kg sekarang Rp 17.000 per kg. Di tingkat eceran, harga telur bisa Rp 17.500 hingga Rp 18.000 per kg.
Sugi, pedagang telur di Pasar Grogol, mengatakan, berita yang beredar di kalangan pedagang, kenaikan harga terjadi karena ada pergantian ayam. ”Katanya, ayam yang lama dipotong dan diganti ayam baru. Nah, ayam baru itu belum bertelur. Jadi mungkin pasokan berkurang,” ujar Sugi.
Namun, beberapa pedagang lainnya juga mengatakan, kenaikan harga telur itu dipicu meningkatnya permintaan telur untuk hajatan pernikahan yang saat ini sedang ramai diadakan warga di berbagai daerah.
Kenaikan harga pun terjadi pada daging ayam ukuran 1,5 kilogram dari Rp 22.000 menjadi Rp 24.000 per ekor. Harga ayam ukuran 2 kg naik dari Rp 25.000 menjadi Rp Rp 28.000 per ekor. ”Saat banyak hajatan, dalam sehari bisa menjual 180 kg ayam, padahal sebelumnya paling banter 120 kg,” kata M Said, penjual daging ayam di Pasar Induk Rau, Banten.
Kenaikan harga kebutuhan itu diperkirakan masih akan terus terjadi hingga tiga pekan ke depan saat memasuki bulan puasa pada Agustus kendati pada Agustus itu pun diperkirakan terjadi panen padi di seluruh wilayah Jawa.
Menurut Husein (40), pedagang beras di Pasar Koja, Jakarta Utara, panen padi hanya akan efektif untuk mengendalikan kenaikan harga beras. Sebaliknya, panen tidak akan mampu menekan harga beras yang saat ini terus merangkak naik.
Kenaikan harga cukup tinggi juga terjadi pada daging sapi. Hampir sepekan lalu harga daging sapi masih Rp 60.000 per kg, tetapi sekarang Rp 68.000 per kg. Di tingkat eceran, harganya bisa mencapai Rp 70.000 per kg.
Lilik (35), pedagang daging di Pasar Rawabadak, mengaku, kenaikan harga itu dipicu menurunnya pasokan sapi dari daerah Tangerang. ”Biasanya saya memperoleh pasokan 12 ekor, sekarang paling hanya 7 ekor.”
Menurut dia, kenaikan harga daging sapi itu akan terus terjadi hingga puasa nanti. Dia pun tidak menampik, berkurangnya pasokan sapi itu disebabkan ulah spekulan yang mencari untung menjelang puasa. ”Memang, kalau sudah mendekati puasa, biasanya seperti itu. Harganya pasti naik,” ujarnya.