Kelautan

Rumput Laut dan Ikan Patin Boleh Diimpor

Kompas.com - 05/07/2011, 03:39 WIB

Jakarta, Kompas - Pemerintah membatasi keran impor ikan untuk bahan baku industri pengalengan ikan dan tepung agar. Hanya empat jenis ikan impor yang dapat dimasukkan ke Indonesia, yakni salem (Scomber japonicus), horse mackerel, rumput laut jenis gracillaria sp dan gellidium sp.

Hal itu dipaparkan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), Kementerian Kelautan dan Perikanan, Syafril Fauzi, di Jakarta, Senin (4/7).

Selain itu, pemerintah juga mematok 14 jenis ikan konsumsi yang boleh diimpor untuk konsumsi hotel, restoran, dan pasar modern. Jenis ikan itu, di antaranya, ikan patin, sidat, noru, salmon, kanpachi, oyster, kerang abalone, dan kerang scallop.

Sementara itu, pemerintah juga mengizinkan impor semua jenis hasil perikanan untuk bahan baku industri pengolahan ikan, kecuali hasil perikanan yang dilarang menurut undang-undang.

Keputusan itu mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 15/MEN/2011 tentang Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan yang Masuk ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

Menurut Syafril, ikan patin atau dori impor yang diizinkan masuk hanya untuk kebutuhan restoran berbintang. Ikan patin itu berkualitas tinggi, di antaranya daging berwarna putih. Adapun ikan patin yang diproduksi di Indonesia warna dagingnya cenderung kemerahan.

”Kebutuhan hotel dan restoran untuk ikan patin impor mengalami peningkatan yang signifikan,” ujar Syafril, tanpa merinci peningkatan kebutuhan.

Adapun impor rumput laut jenis gracillaria dibuka mengingat produksi rumput laut Indonesia jenis gracillaria tidak mampu mencukupi kebutuhan industri.

Dalam Permen Kelautan dan Perikanan No 15/MEN/2010 Pasal 4 disebutkan, hasil perikanan yang masuk ke wilayah Republik Indonesia hanya dapat digunakan untuk bahan baku unit pengolahan ikan (UPI) yang menghasilkan produk akhir berupa industri pengalengan dan tepung agar. (lkt)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau