Siswa baru

Sekolah Swasta Kurang Murid

Kompas.com - 05/07/2011, 03:43 WIB

Solo, Kompas - Mendekati dimulainya tahun ajaran baru 2011/2012, sejumlah sekolah swasta di beberapa kota masih kekurangan murid. Untuk memenuhi daya tampung, pihak sekolah pun berencana memperpanjang masa penerimaan.

Kepala Tata Usaha SMK Cokroaminoto I Solo Sugimin mengatakan, dari kapasitas yang disediakan sebanyak 100 kursi, jumlah siswa yang mendaftar dan sudah diterima baru mencapai 45 orang. Menyikapi hal ini, pendaftaran peserta didik baru (PPDB) yang diselenggarakan sejak 30 Juni lalu akan terus dibuka hingga tiga minggu pertama masuk sekolah.

”Kalau memang diperlukan, kami akan meniadakan tes masuk,” ujarnya, Senin (4/7).

Kekurangan siswa juga terjadi di SMK Marsudirini Marganingsih Solo. Dengan daya tampung sebanyak 120 siswa, sekolah ini untuk sementara baru memiliki murid baru sebanyak 80 orang.

”Kami hanya bisa mengharapkan tambahan siswa baru dari mereka yang tidak diterima di sekolah negeri,” ujar Wakil Kepala SMK Marsudirini Marganingsih Yustinus Tri Sabowo. Kondisi kekurangan murid ini, menurut Yustinus, terjadi hampir setiap tahun.

Di Kota Tegal, Jawa Tengah, kekurangan murid antara lain terjadi di SMK Ihsaniyah, SMK Muhammadiyah 1 Tegal, dan SMP Bhakti Praja. Kepala SMP Bhakti Praja Kota Tegal Rasbi mengatakan, hingga kemarin, sekolahnya baru mendapatkan 27 calon siswa baru dari kuota yang diharapkan sebanyak 102 siswa. Di sekolah tersebut, siswa baru tidak dikenai uang gedung dan hanya dikenai sumbangan pendidikan sebesar Rp 40.000 per bulan.

Di SMK Ihsaniyah, hingga kemarin, jumlah calon siswa yang mendaftar sekitar 25 orang. Padahal, SMK tersebut menargetkan mendapatkan 80 siswa baru. (EGI/WIE)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau