Israel Serahkan 84 Mayat Gerilyawan Palestina

Kompas.com - 05/07/2011, 11:29 WIB

RAMALLAH, KOMPAS.com — Israel akan menyerahkan 84 mayat gerilyawan Palestina yang tewas dalam konflik kedua belah pihak sejak Perang Enam Hari 1967 kepada Otoritas Palestina, kata sejumlah pejabat, Senin (4/7).

Para pejabat Palestina yang pertama melaporkan perjanjian pemulangan mayat itu dan hal tersebut dikonfirmasi belakangan oleh militer Israel. Pihak Israel mengatakan bahwa "PM Benjamin Netanyahu telah menyetujui penyerahan 84 mayat dari pemakaman petempur musuh di Lembah Jordan ke Pemerintah Otonomi Palestina". Militer Israel mengatakan, kedua belah pihak telah mengadakan pembicaraan untuk menentukan "pelaksanaan penyerahan itu dan pemilihan waktu yang tepat".

Kedua pihak tidak memberikan rincian mengenai identitas mereka yang tewas, tetapi Menteri Urusan Sipil Palestina Hussein ash-Sheikh menjelaskan kepada AFP bahwa mayat-mayat itu adalah orang-orang Palestina yang tewas dalam konflik bersenjata sejak perang 1967 ketika Israel menduduki Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Jerusalem Timur. Radio publik Israel menerangkan, banyak dari mereka telah melakukan serangan bunuh diri terhadap warga sipil Israel, seperti pengeboman restoran di Haifa tahun 2003, di mana 21 orang tewas.

Beberapa pejabat keamanan mengonfirmasi bahwa pembicaraan yang telah berlangsung mengenai penyerahan mayat-mayat itu sebagai "isyarat kemauan baik" kepada Presiden Palestina Mahmud Abbas, tetapi sejauh ini belum ada perjanjian mengenai mayat siapa yang akan dipulangkan. Mayat-mayat itu sekarang ini dikuburkan di makam-makam Israel dengan dinomori, ketimbang dinamai, dan harus diidentifikasi sebelum dapat dikembalikan kepada keluarga mereka.

"Setelah banyak permintaan dan pembicaraan dengan pihak Israel selama lebih dari setahun, Israel setuju untuk menyerahkan mayat para syuhada itu," kata Sheikh, merujuk pada istilah yang digunakan untuk mereka yang tewas dalam bentrokan senjata atau dalam serangan bunuh diri.

Sheikh mengatakan, kelompok pertama dari 84 mayat itu akan diserahkan "dalam beberapa hari mendatang setelah pemeriksaan DNA". Salem Khala, seorang pengkampanye Palestina bagi pemulangan mayat gerilyawan Palestina, mengatakan, sebanyak 334 gerilyawan Palestina sekarang ini dimakamkan di kuburan-kuburan Israel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau