Dugaan suap wisma atlet

Angie Akui Temui Andi Bersama Nazaruddin

Kompas.com - 05/07/2011, 12:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi Demokrat, Angelina Sondakh, mengakui bahwa ia memang pernah mendatangi Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama bekas Bendahara Umum Demokrat M Nazaruddin. Namun, ia berdalih, kedatangan ke Kemenpora tersebut hanya untuk bersilaturahim dengan Pengurus Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Mallarangeng, yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga. Ia menampik pertemuan tersebut membahas hal lain di luar silaturahim.

"Pertemuan itu silaturahim. Jadi, memang pada waktu itu adalah kewajiban kami legislatif dari Partai Demokrat untuk bertemu dengan eksekutif dari Partai Demokrat. Itu biasa dilakukan partai-partai. Kami ditugaskan untuk membangun komunikasi dengan eksekutif yang ada di Partai Demokrat sendiri. Silahturahim saja dengan Pak Menteri (Andi Mallarangeng)" ujar Angie, panggilan Angelina Sondakh, di DPR, Jakarta, Selasa (5/7/2011).

Namun, ketika ditanya mengapa hanya terjadi pertemuan di antara ketiganya tanpa kader Demokrat yang lain, Angie tak menjawab pertanyaan tersebut. Ia pun buru-buru masuk ke ruang sidang paripurna. "Saya sudah terlambat ini, permisi ya," ujar Angie menghindari wartawan.

Seperti diketahui, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam mengungkapkan bahwa ada tiga tokoh Partai Demokrat yang pernah mengadakan pertemuan di kantor kementerian tersebut. Ketiga orang itu adalah bekas Bendahara Umum Demokrat M Nazaruddin; anggota Komisi Olahraga DPR dan anggota Badan Anggaran DPR, Angelina Sondakh; serta Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. Pertemuan itu berlangsung di lantai 10, tepatnya di ruang kerja Andi. Hal itu disampaikan Wafid melalui pengacaranya, Erman Umar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau