Banyak Produk Ilegal Skala Besar di Pasaran

Kompas.com - 05/07/2011, 14:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak perangkat telekomunikasi dan elektronik ilegal beredar di pasaran secara terang-terangan dan dalam skala besar. Sayangnya, aparat kepolisian dipandang belum menindak tegas kejahatan kasat mata yang melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen itu.

Pendapat itu dikemukakan ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLKI) Sudaryatmo kepada Kompas.com melalui hubungan telepon di Jakarta, Selasa (5/7/2011) .

"Ada banyak produk telekomunikasi dan elektronik dijual bebas dalam jumlah lebih besar yang tidak memiliki manual. Silahkan lihat saja di Roxy," ungkap Sudaryatmo.

Menurut dia, di pusat perbelanjaan elektronik dan perangkat telekomunikasi terbesar di Jakarta Barat diperdagangkan banyak produk ilegal yang belum mengantongi sertifikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan belum memiliki buku manual berbahasa Indonesia.

"Branded yang tidak jelas seperti itu belum memiliki manual bahasa Indonesia. Ini  melanggar UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen," kata Sudaryatmo.

Karena itu, menurut Sudaryatmo, aparat sebenarnya bisa mendahulukan operasi pembersihan dan proses hukum produk-produk ilegal yang dijual bebas, terang-terangan, dan dalam jumlah besar di pusat-pusat perbelanjaan yang ada di Indonesia.

"Daripada mendahulukan kasus iPad yang berjumlah kecil dan belum jelas pelanggaran hukumnya," ujar Sudaryatmo.

Pendapat itu disampaikannya terkait kasus penjualan iPad ilegal pada Oktober 2010 yang saat ini sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dua tersangka penjual iPad 3G WiFi 64 GB yang sedang diadili adalah Randy Lester Lamu (29) dan Dian Yudha Negara (42). Keduanya dijerat Pasal 32 Ayat (1) jo Pasal 8 Ayat (1) huruf J UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 52 jo Pasal 32 Ayat (1) UU No.36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau