Polisi Gagal Ungkap Bandar iPad Ilegal

Kompas.com - 05/07/2011, 15:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Baharudin Djafar membantah pihaknya hanya mengincar "pemain-pemain" kecil dalam kasus penjualan iPad yang dilakukan dua alumnus Institut Teknologi Bandung, Dian Yudha Negara (42) dan Randy Lester Samu (29).

Baharudin mengatakan, dari para pengecer itu polisi hendak mencari jaringan penyelundupan yang lebih besar lagi. Namun, sejauh ini belum ada informasi soal jaringan besar itu. Polisi juga belum berhasil mengetahui siapa bandarnya.

"Belum ada kami temukan dan belum ada laporan juga. Selama ini, jaringan besar yang disebutkan itu hanya ada di kita-kita (polisi). Memang belum sampai ketemu," ujarnya, Selasa (5/7/2011), di Polda Metro Jaya.

Ia menjelaskan, ada 11 kasus terkait penjualan iPad bermasalah yang ditangani Polda Metro Jaya dalam kurun waktu Januari 2010-Juni 2011. Pada tahun 2010, ada lima kasus yang terjadi. Dari situ, polisi mengamankan 61 barang bukti berupa iPad berbagai kapasitas mulai dari 16 gigabit, 32 GB, hingga 64 GB.

Polda Metro Jaya juga meringkus beberapa tersangka, antara lain WS, MM, CM, F, dan Randy. Sementara pada 2011, hingga bulan Juni, tercatat enam kasus penjualan iPad bermasalah. Polisi pun mengamankan 71 barang bukti berupa iPad dari tiga tersangka, yakni BF, W alias C, dan RH.

"Dari 11 kasus itu diproses mereka selalu bilang beli putus (tidak diketahui identitas penjualnya). Kalau dia beli putus, enggak akan ada pengembangannya," ucap Baharudin.

Alhasil, hingga kini polisi hanya mampu mengungkap para pengecer iPad saja. Sementara pemasok besar iPad bermasalah ini masih belum diketahui. Dari 11 kasus yang terungkap, sebagian besar juga merupakan pemain perorangan.

"Dari kasus itu kebanyakan perorangan. Sedikit sekali yang punya toko," kata Baharudin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau