Penampahan Galungan, Jutaan Penjor Hiasi Bali

Kompas.com - 05/07/2011, 16:04 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Umat Hindu di Bali yang besok akan merayakan Galungan, Selasa (5/7/2011) beramai-ramai memasang penjor di depan rumah mereka. Jutaan penjor yang tingga menjulang ini menghiasi Pulau Dewata dan pernak-pernik cantiknya menjadi pemandangan menarik bagi pengguna jalan yang melintas.

Pemasangan penjor atau bambu yang berisi hiasan sebagai salah satu sarana Galungan ini merupakan tradisi yang selalu dilakukan pada penampahan atau sehari sebelum Galungan.

Penjor yang ditegakkan warga Bali jelang Galungan ini bukan hanya sekadar penjor hias karena ada tata cara sendiri dalam membuat sebuah penjor yang tujuannya sebagai sarana upacara.

Selain bambu dengan panjang sekitar 10 meter, unsur-unsur penjor yang harus disiapkan adalah beragam hasil bumi seperti kelapa, sebagai simbol kekuatan Hyang Rudra, Janur sebagai simbol kekuatan Hyang Mahadewa, Daun-daunan (plawa) sebagai simbol kekuatan Hyang Sangkara, Pala Bungkah dan Pala Gantung sebagai simbol kekuatan Hyang Wisnu, yang terakhir Tebu sebagai simbol kekuatan Hyang Sambu.

Kemudian pada ujung penjor dipasang sampian yang terdiri dari sirih, kapur, pinang, dan bunga. Bagi umat Hindu, Penjor di hari raya Galungan ini bermakna sebagai tegaknya Dharma atau kebaikan. "Intinya sebagai rasa ucapan syukur kepada Tuhan," kata Wayan Handi Kurniawan, salah seorang warga Bali yang merayakan Galungan.

Usai membuat sebuah penjor, warga kemudian memasang di depan rumah mereka dengan sanggah atau lengkungan ujung menghadap ke jalan dan ditancapkan pada lebuh di depan sebelah kanan pintu masuk pekarangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau