CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela membuktikan kepada rakyatnya, juga lawan politiknya, bahwa dia masih pemimpin negeri itu.
Pulang dari menjalani perawatan medis di Havana Kuba, Chavez tidak membuang waktu untuk berbicara di depan ribuan pendukungnya yang berkumpul di luar halaman istana kepresidenan di Caracas, Senin (4/7/2011).
Mengenakan seragam militer lengkap dengan baret merah, presiden yang kharismatik itu berdiri di balkon istananya. Pemunculannya itu sekaligus menghapus berbagai rumor yang meragukan kesehatannya.
"Kita akan memenangkan pertarungan kehidupan. Kita akan hidup. Kita akan berjaya," seru Chavez dengan suaranya yang menggelegar.
Di tengah pidatonya, pemimpin berusia 56 tahun itu kadang terlihat tidak nyaman, terutama ketika dia berusaha melambaikan bendera Venezuala di atas kepalanya.
Chavez baru berpidato selama 30 menit ketika salah seorang putrinya mengingatkannya tentang perintah dokter, yaitu Chavez dilarang berpidato terlalu lama.
"Saya tidak boleh lama-lama di sini. Proses pemulihan ini diawasi ketat," katanya
Melalui tayangan televisi, terlihat beberapa orang menangis saat mendengarkan "sang komandan" berpidato. Mereka menyambut pidato Chavez dengan menyanyikan, "Chavez tak akan pergi."
Hingga kini penyakit Chavez masih simpang siur. Menurut Chavez dia menjalani operasi pengangkatan tumor ganas. Sementara itu menteri luar negeri mengatakan tumor itu diambil dari panggul.
Namun tidak ada penjelasan tentang jenis tumor yang diangkat atau apakah Chavez menjalani kemoterapi, radiasi, atau jenis perawatan lainnya.
Tokoh oposisi Alfonso Marquina berpendapat, kepulangan Chavez mengakhiri "situasi tak biasa", yakni presiden memimpin pemerintahan dari Kuba.
"Kami tidak tahu pasti penyakit yang diderita presiden, perawatan yang dia terima, atau dampak perawatan itu," kata Marquina.
"Yang kami tuntut adalah tanggung jawab lebih, tidak hanya dari presiden tetapi juga para pejabat negara untuk memberi informasi rakyat Venezuela secara pantas tentang kondisi presiden yang sebenarnya," lanjut Marquina.
Chavez masih menjadi tokoh yang dominan di Venezuela setelah 12 tahun memerintah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang