Venezuela

Rakyat Rayakan Kepulangan Chavez

Kompas.com - 05/07/2011, 16:49 WIB

CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela membuktikan kepada rakyatnya, juga lawan politiknya, bahwa dia masih pemimpin negeri itu.

Pulang dari menjalani perawatan medis di Havana Kuba, Chavez tidak membuang waktu untuk berbicara di depan ribuan pendukungnya yang berkumpul di luar halaman istana kepresidenan di Caracas, Senin (4/7/2011).

Mengenakan seragam militer lengkap dengan baret merah, presiden yang kharismatik itu berdiri di balkon istananya. Pemunculannya itu sekaligus menghapus berbagai rumor yang meragukan kesehatannya.

"Kita akan memenangkan pertarungan kehidupan. Kita akan hidup. Kita akan berjaya," seru Chavez dengan suaranya yang menggelegar.

Di tengah pidatonya, pemimpin berusia 56 tahun itu kadang terlihat tidak nyaman, terutama ketika dia berusaha melambaikan bendera Venezuala di atas kepalanya.

Chavez baru berpidato selama 30 menit ketika salah seorang putrinya mengingatkannya tentang perintah dokter, yaitu Chavez dilarang berpidato terlalu lama.

"Saya tidak boleh lama-lama di sini. Proses pemulihan ini diawasi ketat," katanya

Melalui tayangan televisi, terlihat beberapa orang menangis saat mendengarkan "sang komandan" berpidato. Mereka menyambut pidato Chavez dengan menyanyikan, "Chavez tak akan pergi."

Hingga kini penyakit Chavez masih simpang siur. Menurut Chavez dia menjalani operasi pengangkatan tumor ganas. Sementara itu menteri luar negeri mengatakan tumor itu diambil dari panggul.

Namun tidak ada penjelasan tentang jenis tumor yang diangkat atau apakah Chavez menjalani kemoterapi, radiasi, atau jenis perawatan lainnya.

Tokoh oposisi Alfonso Marquina berpendapat, kepulangan Chavez mengakhiri "situasi tak biasa", yakni presiden memimpin pemerintahan dari Kuba.

"Kami tidak tahu pasti penyakit yang diderita presiden, perawatan yang dia terima, atau dampak perawatan itu," kata Marquina.

"Yang kami tuntut adalah tanggung jawab lebih, tidak hanya dari presiden tetapi juga para pejabat negara untuk memberi informasi rakyat Venezuela secara pantas tentang kondisi presiden yang sebenarnya," lanjut Marquina.

Chavez masih menjadi tokoh yang dominan di Venezuela setelah 12 tahun memerintah.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau