Narkoba

Ternyata, Kurir Narkoba Itu Anak Pejabat

Kompas.com - 06/07/2011, 04:46 WIB

BANGKALAN, KOMPAS.com — Perbuatan yang dilakukan oleh Syahril (20), warga Perumahan Pangeranan Asri, dan Fadri Iswanto (21), warga Kelurahan Pejagan, Kecamatan Kota, tak patut ditiru oleh remaja lainnya. Keduanya terlibat sebagai kurir peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Keduanya ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba dan Obat-obatan Terlarang Polres Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Selasa (5/7/2011). Satu tersangka bernama Syahril diketahui sebagai anak pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

Kedua tersangka itu ditangkap di Jalan Raya Junok, Kecamatan Burneh, Bangkalan. Dari kedua tersangka diamankan barang bukti berupa sabu seberat 0,7 gram.

Kepala Bantuan Operasi (KBO) Polres Bangkalan Inspektur Muda Sudaryanto mengatakan, Syahril sudah lama menjadi target operasi (TO). Selama ini ia telah diketahui menjadi kurir sabu.

"Berdasarkan informasi masyarakat, tersangka sedang melintas di Jalan Junok. Kami langsung kerahkan anggota untuk melakukan penangkapan," ujar Sudaryanto.

Kedua tersangka langsung digelandang ke Mapolres Bangkalan. Berdasarkan pengakuan kedua tersangka, barang haram itu akan dijual kembali.

"Kasus ini akan kami kembangkan pada pengejaran DPO lainnya sesuai yang sudah disebutkan kedua tersangka yang juga sebagai kurir sabu," kata Sudaryanto.

Saat ini kedua tersangka sudah mendekam di balik jeruji tahanan Polres Bangkalan. Keduanya terancam dijerat dengan Pasal 112 Ayat 1 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau