6 Strategi Meraih "Dream Job"

Kompas.com - 06/07/2011, 06:16 WIB

KOMPAS.com - Pengusaha ternama dari Amerika Donald Trump bilang, jangan pernah berhenti di tengah jalan bila tak ingin kehilangan kesempatan. Bila lelah, berhenti sejenak, tapi jangan pernah berhenti untuk selama-lamanya. Semua bisa diatasi dengan cara yang tepat.

Prinsip ini layak diterapkan termasuk ketika Anda sedang berusaha menemukan dream job. Meski panggilan kerja tak kunjung datang, jangan pernah berhenti berusaha mewujudkan impian. Perbaiki cara Anda menemukan dream job, barangkali selama ini Anda belum berstrategi.

1. Buat Agenda. Mulailah untuk membuat target dan deadline mingguan. Misalnya, setiap Senin Anda memiliki tugas untuk meng-update CV dan mencari 10 perusahaan yang sedang membuka lowongan baik melalui internet atau media massa. Hari berikutnya, buat target untuk mengirimkan resume. Lalu, menelepon bagian personalia perusahaan tersebut dua minggu setelahnya. Tuliskan daftar kegiatan dalam buku agenda, lalu beri tanda bila telah selesai dikerjakan. Selain mengisi waktu kosong dan menghindari jenuh, kegiatan ini akan membuat Anda terbiasa dengan deadline dan disiplin.

2. Pilih target yang tepat. Sebuah perusahaan tenaga kerja global, Robert Half International Inc. menyebutkan, kendala yang biasa dihadapi para fresh graduate dalam mendapat pekerjaan bukanlah soal kemampuan, namun ketepatan memilih perusahaan dan bidang kerja. Kenyataannya, tak jarang pelamar yang gengsi untuk mengambil kesempatan yang diberikan perusahaan kecil dengan alasan gaji yang kecil. Padahal, kesempatan bisa saja terbuka lebar bila Anda telah memiliki pengalaman bekerja walau di perusahaan kecil. Jadi, tak perlu buang kesempatan bila ada perusahaan yang sedang membuka lowongan. Tapi perlu diingat, Anda tetap perlu menilai kredibilitas perusahaan.

3. Tanya kenapa. Bila memang tak ada tindak lanjut atas resume yang telah dikirimkan, Anda boleh kok bertanya pada pihak HRD perusahaan tersebut. Tanyakan apa yang menjadi alasan Anda belum layak diterima, mintalah masukan dan sarannya. Jangan lupa untuk bertanya apakah ada divisi lain yang juga membuka lowongan. Biarlah ia mengenal Anda dengan baik. Siapa tahu, bila ada posisi kosong, ia akan teringat dan segera menghubungi. Intinya, jangan pernah malu untuk bertanya. Bila hari ini ia sedang sibuk, coba minta waktu lain untuk bisa bicara dengannya.

4. Bekerjalah dengan positif. Mencari kerja adalah bagian dari bekerja. Lakukan dengan positif agar hasilnya pun baik. Selain membuat agenda kegiatan 9-to-5, tanamkan nilai positif dalam diri. Kaitlin Madden, penulis dalam CareerBuilder.com mengatakan, lakukanlah self-talk. Berbicaralah pada diri sendiri dengan kata-kata yang positif. Misalnya, katakan, "Saya segera mendapatkan pekerjaan secepatnya" atau "Apa pun pekerjaan yang saya dapat nanti, itulah yang terbaik untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik nantinya". Percaya lah, apa yang Anda yakini, biasanya itu yang akan terjadi.

5. Bergaul. Kesempatan bisa datang di mana dan kapan saja. Siapa tahu, om, tante atau tetangga sebelah bisa memberikan informasi lowongan kerja. Jangan ragu untuk memulai pembicaraan dengan orang-orang di sekitar Anda. Walau saat ini Anda masih bekerja, jagalah hubungan baik dengan siapa pun, khususnya teman kuliah, karena dari mereka kesempatan untuk mendapatkan kerja banyak terbuka. Mulai cek siapa saja yang ada di daftar phonebook Anda. Lakukan pendekatan secara bertahap untuk menjalin kembali relasi.

6. Rileks. Kalau jenuh dan stres masih saja menghantui, itu berarti saatnya melakukan relaksasi. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menyegarkan pikiran, seperti berlibur, manjakan diri di salon kesayangan, atau sekadar mengunjungi rumah kerabat dekat. Suasana baru memang ampuh membuat pikiran kembali segar. Tengok juga keadaan sekitar, banyak orang-orang yang tak seberuntung Anda. Jadi, tidak ada waktu untuk putus asa, kan?

(Chic/Ayunda Pininta Kasih)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau