Yang Bikin Ciuman Kurang "Hot"

Kompas.com - 06/07/2011, 17:32 WIB

KOMPAS.com — "Hari gini masih harus diajari berciuman? Ke mana aja?" Begitu kata seorang teman. Tetapi, ada enggak yang mengatakan bahwa ia sudah menjadi pencium yang ulung sehingga tak perlu memperbaiki caranya berciuman? Belum tentu kan? Bahkan orang-orang di negara Barat, yang sering disebut menularkan kebiasaan ini, ternyata masih banyak yang tak mampu berciuman dengan baik.

Bagaimanapun, kalau cara berciuman si dia enggak asyik, mood Anda bisa turun. Lama-kelamaan, Anda bisa ilfil. Soalnya Anda tak tahu bagaimana cara membuat si dia tahu bahwa dia enggak jago ciuman. Akibatnya, hubungan intim pun jadi garing karena Anda tidak dapat menikmati ciumannya.

Selain lupa menggosok gigi, ada delapan hal lain yang bisa mengurangi kenikmatan sesi berciuman Anda.

1. Mengkhawatirkan diri Anda
Baru pertama kali ciuman? Tak usah memikirkan bagaimana cara berciuman yang baik dan benar karena memang tidak ada rumus mengenai hal itu. "Jika Anda merasa stres, ciuman Anda tidak akan terasa menyenangkan. Rileks saja dan nikmati momen tersebut. Berciuman menjadi intuitif ketika ada koneksi yang baik dengan pasangan Anda," tutur Sheril Kirshenbaum, penulis The Science of Kissing. Intinya, pakai saja perasaan Anda saat melakukannya.

2. Menahan napas
Ciuman yang terlalu menggebu, memaksa, atau terlalu memainkan lidah sehingga membuat Anda sesak napas memang tidak menyenangkan. Lakukan dengan lembut dan beri sedikit celah bagi Anda untuk menghirup oksigen. Tak perlu menarik wajah untuk mengambil napas. Anda bisa tetap berciuman sambil tetap bernapas, kan? Tetapi bila terpaksa, jangan terlalu menunjukkan bahwa Anda kehabisan napas. Bergantilah mencium rahang atau telinganya untuk mencuri waktu untuk bernapas.

3. Terus melontarkan kata-kata lucu
Hubungan yang penuh humor memang lebih rileks dan menyenangkan. Tetapi, Anda atau si dia harus tahu kapan mesti serius. Ketika Anda sedang berada di tengah sesi ciuman yang sangat intim, hindari melontarkan kata-kata yang konyol. Salah satu dari Anda pasti akan jadi ilfil ketika hal ini terjadi.

4. Bersendawa
Anda memang dilarang menarik bibir lebih dulu. Tetapi bila sudah ada rasa-rasa ingin bersendawa, Anda justru harus segera menghentikan aktivitas Anda. Tak perlu lagi mengingat-ingat apa yang baru Anda makan seharian tadi. Bergantung apa yang baru Anda makan, apalagi bila terdiri atas berbagai macam makanan, bau sendawa juga bisa legend banget, alias tak akan dilupakan si dia.

5. Mengkritik caranya berciuman
Tak puas dengan gaya si dia berciuman? Tahan diri Anda untuk langsung mengucapkannya saat Anda masih berciuman. Sampaikan hal itu setelah sesi bercumbu usai, itu pun sampaikan dengan kalimat seperti, "'Aku ingin kamu mencoba mencium dengan cara begini lain kali (tunjukkan apa yang Anda inginkan)'. Pria pasti akan tertantang untuk melakukannya," kata Andrea Demirjian, penulis buku Kissing: Everything You Ever Wanted to Know About One of Life’s Sweetest Pleasures.

Atau, balas ciumannya dengan cara yang nyaman untuk Anda, dan amati apakah ia menangkap maksud Anda. Bila tidak, baru katakan keberatan Anda di atas.

6. Mengunci bibir Anda
Pria memang gemar wet kisses, sementara wanita justru mengeluh dengan ciuman yang terlalu banyak menggunakan lidah. Namun, menurut Kirshenbaum, ada alasan evolusioner mengenai cara pria berciuman ini. "Sejumlah hormon seks pria, yaitu testosteron, berada dalam air liur pria. Jika ia mencium Anda selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan, Anda menjadi sangat sensitif terhadap testosteron sehingga mungkin Anda akan menerima hormon tersebut untuk membuat Anda lebih mudah menikmati seks selanjutnya," ungkapnya.

7. Terus menutup mata
Berciuman sambil menutup mata memang menghanyutkan. Anda bisa merasakan lebih dalam sensasinya. Tetapi, jangan terus-menerus memejamkan mata, bisa-bisa pikiran Anda ikut melayang ke mana-mana. Sesekali bukalah mata Anda untuk memastikan bahwa si dia juga menikmatinya. Tak usah terlalu lama, cukup satu atau dua detik saja. Memandang wajah seseorang dalam jarak begitu dekat juga tidak akan menyenangkan.

8. Mengawali hari tanpa "goodbye kiss"
Jika Anda terbiasa mencium si kecil saat ia pergi tidur atau berangkat ke sekolah, mengapa tak mencium pasangan saat Anda berpisah untuk menuju kantor masing-masing? Hal ini bisa dijadikan kebiasaan, bahkan jika misalnya Anda harus meninggalkan rumah saat dia masih tidur. Tak ada yang lebih mengesankan daripada ciuman sayang di kening atau pipi, bukan?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau