Kuasa Hukum: Widy "Vierra" Alami Tindak Kekerasan dalam Penculikan

Kompas.com - 06/07/2011, 17:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun bukan Widy Soediro Nichlany sendiri yang mengatakannya kepada para wartawan, akhirnya melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, vokalis band Vierra itu mengaku diculik oleh tiga lelaki yang tak dikenalnya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (6/7/2011) subuh. 

Minola membeberkan kronologi penculikan yang dialami kliennya. "Jadi, kronologinya, sekitar subuh, Widy selesai nongkrong di sebuah kafe di Kemang. Karena dia orang yang mandiri, dia jalan sendiri mau pulang," ucap Minola dalam wawancara pada Rabu (6/7/2011) sore di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, tempat Widy menjalani visum untuk menunjang laporan pihaknya ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Masih menurut Minola, berdasarkan pengakuan Widy, mula-mula Widy tak merasa ada keanehan di jalan. Namun, lanjut Minola, tak lama kemudian, ketika ia hendak mencegat taksi, tiba-tiba sebuah mobil membuntutinya. "Awalnya, dia enggak merasa ada yang aneh. Pada saat menunggu taksi, ternyata ada mobil yang ngikutin, (orang-orang di dalamnya) sempat manggil dan gangguin dia. Dan, di suatu tempat gelap, ada satu orang turun, menarik paksa Widy ke mobil," ungkap Minola lagi. "Ada tiga orang (dalam mobil, semuanya pria). Dua di depan dan satu di belakang. Widy enggak kenal ketiga orang itu," sambungnya.

Menurut Minola lagi, Widy diancam di dalam mobil untuk tidak melakukan perlawanan. "Sempat ada ancamanlah. Namun, Widy tetap tenang, tidak panik. Dengan membaca situasi, dia juga sempat melakukan upaya membuka pintu dan teriak untuk cari perhatian," kata Minola.

Aksi penculikan itu tak berlangsung lama. Setelah mengaku bahwa dia merupakan vokalis Vierra, Widy dibebaskan. "Akhirnya, Widy menceritakan siapa dia, kemudian dia diturunkan. Total (lama penculikan) 30 menit," imbuh Minola.

Minola memastikan bahwa kliennya telah mengalami tindak kekerasan dan perbuatan tidak menyenangkan dalam penculikan singkat tersebut. "Kalau misalnya terjadi kekerasan, pasti. Lalu, ada perbuatan tidak menyenangkan juga. Namun, semua sudah ditangani Polres (Jakarta) Selatan," terang Minola lagi.

Sebelumnya, pemain kibor dan pencipta lagu Vierra, Kevin Aprilio, ikut panik menanggapi kabar menghilangnya Widy. Melalui akun Twitter @apriliokevin, putra komposer Addie MS dan penyanyi Memes itu berupaya mencari keberadan Widy. "RT @apriliokevin: WIDY LO DIMANA! SMUA VIERRANIA DAN TEMAN2 GUA MOHON TOLONG CARI WIDY (@widikidiw)!!" tulis Kevin.

Sementara itu, penyelenggara Malam Final Gadis sampul 2011 menjadwalkan bahwa pada Kamis (7/7/2011) malam, Vierra akan tampil dalam acara tersebut di XXI Ballroom The Djakarta Theatre, Jakarta Pusat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau