Pilkada aceh

Tak Sepakati Kanun, Irwandi Diminta Mundur

Kompas.com - 06/07/2011, 19:42 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Anggota Komisi A DPR Aceh, Abdullah Saleh, meminta Gubernur Irwandi Yusuf untuk mundur dari jabatannya karena dinilai tidak bisa bekerja sama dengan legislatif.

Permintaan Abdullah Saleh ini terkait dengan konflik politik antara Gubernur dan DPR Aceh, karena Irwandi enggan menyepakati dan menandatangani kanun (peraturan daerah) pemilihan umum kepala daerah yang sudah disetujui oleh DPR Aceh pada 27 Juni 2011.

Irwandi menolak menandatangani kanun pilkada yang disetujui DPR Aceh karena peniadaan pasal calon independen dalam kanun tersebut. Di mata Abdullah Saleh, Irwandi tidak cocok lagi memimpin Aceh.

Pada masa kepemimpinan Irwandi, kata Abdullah Saleh, ada tiga kanun sebelumnya yang tidak ditandatanganinya, yaitu Qanun Jinayat, Qanun Hukum Acara Jinayat, dan Qanun Wali Nanggroe. Yang terakhir ini adalah Qanun Pemilukada.

"Saudara Irwandi seharusnya melihat aspirasi rakyat, jangan mengedepankan arogansi pribadinya dalam hal ini, karena ini demi kepentingan publik di Aceh," kata politisi Partai Aceh ini, Rabu (6/7/2011).

Abdullah Saleh juga menekankan agar Irwandi bisa lebih bijak menjalankan roda pemerintahan di Aceh. "Sikap Irwandi Yusuf saat ini mengindikasikan kalau Irwandi memang sudah tidak efektif lagi memimpin Aceh," tegasnya.

Sementara itu, Irwandi memutuskan untuk kembali mencalonkan diri sebagai bakal calon Gubernur Aceh yang berpasangan dengan Muhyan Yunan. Senin (4/7/2011), Irwandi menyerahkan kelengkapan persayaratannya maju melalui calon perseorangan kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau