Pemerintah Minta Tambahan BBM Bersubsidi

Kompas.com - 06/07/2011, 22:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam Rancangan APBN Perubahan 2011 sebesar 1,9 juta kiloliter (kl). Tambahan volume BBM bersubsidi itu disebabkan rencana pengaturan belum terlaksana.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita H Legowo dalam paparannya pada rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR terkait Asumsi Makro RAPBN Perubahan 2011, Rabu (6/7/2011) di Jakarta.

Kuota BBM bersubsidi dalam APBN 2011 sebesar 38,59 juta kl dengan rincian premium 23,19 juta kl, minyak tanah atau kerosin 2,23 juta kl, dan solar 13,08 juta kl. Namun, ternyata realisasi sampai 15 Juni menunjukkan, realisasi konsumsi premium 11,03 juta kl (105 persen) dan minyak solar 6,32 juta kl (106 persen).

Atas dasar itu, Kementerian ESDM mengusulkan penambahan kuota BBM bersubsidi sebesar 1,9 juta kl atau kuota BBM bersubsidi menjadi 40,49 juta kl dalam RAPBN Perubahan 2011. Dengan rincian, kuota premium naik jadi 24,54 juta kl dan kuota minyak solar menjadi 14,15 juta kl.

Penambahan volume BBM bersubsidi ini disebabkan rencana pengaturan belum terlaksana dan pertumbuhan jumlah kendaraan di atas rata-rata.

"Penyebab lain adalah disparitas atau perbedaan harga BBM bersubsidi dan nonsubsidi yang menyebabkan migrasi konsumen nonsubsidi ke BBM subsidi dan penyelewengan BBM ke industri," kata Evita menegaskan.

"Dengan semakin lebarnya disparitas harga maka konsumsi BBM bersubsidi menjadi meningkat," ujarnya.

Sementara penjualan pertamax pada bulan Juni 2011 naik dibandingkan bulan sebelumnya sebagai dampak dari sosialisasi pengaturan BBM bersubsidi dan turunnya harga pertamax.

Disparitas harga BBM subsidi dan nonsubsidi diharapkan turun. Hal ini sebagai dampak pelaksanaan kebijakan pengaturan BBM bersubsidi hanya dengan upaya penguatan kelembagaan (Badan Pengatur Kegiatan Hilir Migas dan PT Pertamina) dan berdasarkan kecenderungan penurunan harga minyak yang akan mengurangi disparitas harga BBM subsidi dan nonsubsidi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau