Karena Kondisi Widy, Vierra Batal Tampil dalam "AMI Awards 2011"

Kompas.com - 07/07/2011, 01:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penculikan selama 30 menit yang dialami oleh vokalis band Vierra, Widy Soediro Nichlany, Rabu (6/7/2011) subuh di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, berpengaruh terhadap jadwal manggung grup tersebut.

Seharusnya, Vierra—terdiri dari Widy, Kevin Aprilio (keyboard), Raka Cyril (gitar), dan Tryan (drum)—tampil dalam pergelaran Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2011 di Central Park, Jakarta Barat, Rabu (6/7/2011) malam. Pada Rabu petang, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Kevin pun masih menjawab singkat, "Ya, insya Allah tampil." Ternyata, Vierra tak jadi hadir dan manggung dalam acara tersebut.

Namun, kemudian, Vierra terpaksa membatalkan jadwal tampil itu karena kondisi Widy, yang dibebaskan sesudah 30 menit diculik, tak memungkinkan untuk manggung. "Sekarang Widy sedang beristirahat dan segala kegiatannya dibatalkan dulu," terang Ferry, staf marketing Musica Studios, perusahaan rekaman yang mengontrak Vierra dan mengadakan jumpa pers mengenai pembatalan tersebut pada Rabu (6/7/2011) petang di kantor perusahaan rekaman itu, di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau