Jakarta, Kompas
”Kasus Nazaruddin mungkin akan disinggung secara umum di rakornas, tetapi tidak akan secara khusus dibicarakan karena kasus itu sudah ditangani di tingkat Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat,” kata Saan Mustopa, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rabu (6/7), di Jakarta.
Saan menjelaskan, rakornas akan diikuti sekitar 6.000 orang. Mereka berasal dari anggota legislatif dan pengurus Partai Demokrat dari tingkat pusat hingga kota/kabupaten. Selain membuka, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat juga akan memberi masukan.
Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Denny Kailimang menambahkan, rakornas juga tidak akan membicarakan kemungkinan adanya Kongres Luar Biasa Partai Demokrat.
Wacana Kongres Luar Biasa Partai Demokrat belakangan ini mulai menjadi rumor setelah partai itu dililit sejumlah masalah, seperti kasus Nazaruddin.
Namun, Denny menegaskan, yang lebih penting dilakukan partainya saat ini adalah konsolidasikan diri untuk mempersiapkan Pemilu 2014.
Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin menambahkan, pekerjaan utama partainya saat ini ada di bidang kaderisasi dan rekrutmen. Pasalnya, ada sejumlah kader Partai Demokrat yang menduduki jabatan tertentu, seperti anggota legislatif, hanya bermodalkan keberuntungan karena memakai nama Susilo Bambang Yudhoyono. Akibatnya, mereka cenderung menjadi beban partai.
Di saat yang sama, lanjut Amir, banyak orang berkualitas yang ingin dan telah bergabung dengan Partai Demokrat. Jika tidak ada sistem dan ukuran kinerja yang jelas, mereka dikhawatirkan akan putus harapan dan tidak dapat mengembangkan diri secara maksimal di partai itu.
Untuk itu, DPP Partai Demokrat bersama dengan majelis tinggi dan dewan pembina partai itu akan melakukan pengawasan terpadu terhadap kader partai.
”Kami juga tidak akan segan mengamputasi kader yang hanya menjadi beban partai,” ujar Amir. (NWO)