Rakornas demokrat

Rapat Koordinasi Partai Tak Spesifik Bahas Nazaruddin

Kompas.com - 07/07/2011, 02:52 WIB

Jakarta, Kompas - Rapat Koordinasi Nasional Partai Demokrat, 23-24 Juli 2011, tidak akan secara khusus membicarakan kasus yang dialami Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara umum partai itu. Rakornas pertama setelah kongres Partai Demokrat di Bandung pada Mei 2010 ini juga tidak akan membahas kemungkinan adanya Kongres Luar Biasa Partai Demokrat.

”Kasus Nazaruddin mungkin akan disinggung secara umum di rakornas, tetapi tidak akan secara khusus dibicarakan karena kasus itu sudah ditangani di tingkat Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat,” kata Saan Mustopa, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rabu (6/7), di Jakarta.

Saan menjelaskan, rakornas akan diikuti sekitar 6.000 orang. Mereka berasal dari anggota legislatif dan pengurus Partai Demokrat dari tingkat pusat hingga kota/kabupaten. Selain membuka, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat juga akan memberi masukan.

Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Denny Kailimang menambahkan, rakornas juga tidak akan membicarakan kemungkinan adanya Kongres Luar Biasa Partai Demokrat.

Wacana Kongres Luar Biasa Partai Demokrat belakangan ini mulai menjadi rumor setelah partai itu dililit sejumlah masalah, seperti kasus Nazaruddin.

Namun, Denny menegaskan, yang lebih penting dilakukan partainya saat ini adalah konsolidasikan diri untuk mempersiapkan Pemilu 2014.

Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin menambahkan, pekerjaan utama partainya saat ini ada di bidang kaderisasi dan rekrutmen. Pasalnya, ada sejumlah kader Partai Demokrat yang menduduki jabatan tertentu, seperti anggota legislatif, hanya bermodalkan keberuntungan karena memakai nama Susilo Bambang Yudhoyono. Akibatnya, mereka cenderung menjadi beban partai.

Di saat yang sama, lanjut Amir, banyak orang berkualitas yang ingin dan telah bergabung dengan Partai Demokrat. Jika tidak ada sistem dan ukuran kinerja yang jelas, mereka dikhawatirkan akan putus harapan dan tidak dapat mengembangkan diri secara maksimal di partai itu.

Untuk itu, DPP Partai Demokrat bersama dengan majelis tinggi dan dewan pembina partai itu akan melakukan pengawasan terpadu terhadap kader partai.

”Kami juga tidak akan segan mengamputasi kader yang hanya menjadi beban partai,” ujar Amir. (NWO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau