Jakarta, Kompas -
Direktur Konsumer & Ritel Banking BNI Darmadi Sutanto menyampaikan, BNI berencana membuka 180 cabang di seluruh Indonesia tahun ini. Selain itu, juga akan menambah 1.200 anjungan tunai mandiri (ATM).
”Sepanjang semester I tahun ini, sudah membuka 100 cabang baru dan 400 ATM,” kata Darmadi di Jakarta, Rabu (6/7).
Saat ini, BNI memiliki 5.280 ATM dan lebih dari 1.200 cabang. Jumlah itu belum termasuk 5 cabang di luar negeri.
Perkuatan infrastruktur itu membutuhkan cukup banyak biaya. Namun, Darmadi tak bisa memastikan dana yang dibutuhkan untuk membuka cabang. Adapun untuk ATM, diperlukan 6.000 dollar AS atau sekitar Rp 51 juta per unit.
”Tujuannya agar layanan lebih baik dan dekat. Pelayanan jadi kunci BNI,” tambah Darmadi.
General Manager Divisi EVP Pengembangan Produk BNI Diah Sulianto memaparkan, total kredit konsumer hingga Juni 2011 sebesar Rp 22,3 triliun, naik 15 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Pada akhir tahun, ditargetkan jumlahnya menyentuh Rp 25 triliun.
Rinciannya per Juni, antara lain, kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp 14,88 triliun, kredit tanpa agunan Rp 626 miliar, dan multifinance sebesar
General Manager Divisi Bisnis Kartu BNI Dodit Wiweko Probojakti memaparkan, pertumbuhan kartu kredit BNI mencapai 27 persen. Angka itu melampaui pertumbuhan kartu kredit secara industri perbankan nasional, yakni 11,5 persen.
Sepanjang Januari-Juni 2011, transaksi kartu kredit mencapai Rp 6,2 triliun atau sekitar Rp 1 triliun per bulan. Jumlah transaksi meningkat dari 1,25 juta transaksi per bulan pada tahun lalu menjadi 1,4 juta transaksi per bulan pada tahun ini. Aset per Juni sebesar Rp 3,6 triliun, tumbuh 28 persen dibandingkan dengan tahun lalu.
Dodit menjelaskan, satu dari empat pemegang kartu kredit selalu membayar penuh tagihannya. Umumnya, nasabah kartu kredit BNI membayar 30-60 persen dari jumlah tagihan per bulan. ”Hal ini baik karena cicilan sehat adalah di atas 30 persen. Semakin tinggi rasio pembayaran, maka kredit macet semakin kecil,” tambah Dodit.
Sementara itu, PT Bank Syariah Bukopin (BSB) menyediakan jasa atau sarana safe deposit box. Dalam peluncuran layanan jasa itu di Jakarta, Rabu (6/7), Direktur Bisnis BSB Harry Harmono Busiri menyampaikan, layanan itu ada di beberapa cabang, antara lain cabang Melawai Jakarta, Samarinda, Bandung, dan Sidoarjo.
Safe deposit box