P e r ba n ka n

Dorong Kredit, BNI Tingkatkan Layanan

Kompas.com - 07/07/2011, 03:23 WIB

Jakarta, Kompas - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit konsumsi sekitar 30 persen pada tahun ini, dibandingkan dengan tahun 2010. Target itu diyakini dapat dicapai, antara lain, dengan mengembangkan layanan.

Direktur Konsumer & Ritel Banking BNI Darmadi Sutanto menyampaikan, BNI berencana membuka 180 cabang di seluruh Indonesia tahun ini. Selain itu, juga akan menambah 1.200 anjungan tunai mandiri (ATM).

”Sepanjang semester I tahun ini, sudah membuka 100 cabang baru dan 400 ATM,” kata Darmadi di Jakarta, Rabu (6/7).

Saat ini, BNI memiliki 5.280 ATM dan lebih dari 1.200 cabang. Jumlah itu belum termasuk 5 cabang di luar negeri.

Perkuatan infrastruktur itu membutuhkan cukup banyak biaya. Namun, Darmadi tak bisa memastikan dana yang dibutuhkan untuk membuka cabang. Adapun untuk ATM, diperlukan 6.000 dollar AS atau sekitar Rp 51 juta per unit.

”Tujuannya agar layanan lebih baik dan dekat. Pelayanan jadi kunci BNI,” tambah Darmadi.

Kredit konsumer

General Manager Divisi EVP Pengembangan Produk BNI Diah Sulianto memaparkan, total kredit konsumer hingga Juni 2011 sebesar Rp 22,3 triliun, naik 15 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Pada akhir tahun, ditargetkan jumlahnya menyentuh Rp 25 triliun.

Rinciannya per Juni, antara lain, kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp 14,88 triliun, kredit tanpa agunan Rp 626 miliar, dan multifinance sebesar Rp 6,3 triliun.

General Manager Divisi Bisnis Kartu BNI Dodit Wiweko Probojakti memaparkan, pertumbuhan kartu kredit BNI mencapai 27 persen. Angka itu melampaui pertumbuhan kartu kredit secara industri perbankan nasional, yakni 11,5 persen.

Sepanjang Januari-Juni 2011, transaksi kartu kredit mencapai Rp 6,2 triliun atau sekitar Rp 1 triliun per bulan. Jumlah transaksi meningkat dari 1,25 juta transaksi per bulan pada tahun lalu menjadi 1,4 juta transaksi per bulan pada tahun ini. Aset per Juni sebesar Rp 3,6 triliun, tumbuh 28 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Dodit menjelaskan, satu dari empat pemegang kartu kredit selalu membayar penuh tagihannya. Umumnya, nasabah kartu kredit BNI membayar 30-60 persen dari jumlah tagihan per bulan. ”Hal ini baik karena cicilan sehat adalah di atas 30 persen. Semakin tinggi rasio pembayaran, maka kredit macet semakin kecil,” tambah Dodit.

Sementara itu, PT Bank Syariah Bukopin (BSB) menyediakan jasa atau sarana safe deposit box. Dalam peluncuran layanan jasa itu di Jakarta, Rabu (6/7), Direktur Bisnis BSB Harry Harmono Busiri menyampaikan, layanan itu ada di beberapa cabang, antara lain cabang Melawai Jakarta, Samarinda, Bandung, dan Sidoarjo.

Safe deposit box ini untuk menyimpan barang-barang berharga, antara lain perhiasan, surat berharga, akta berharga, dan surat-surat penting. Ukurannya beragam, sesuai kebutuhan nasabah. (IDR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau