China

Eskalator Jalan Mundur, 1 Remaja Tewas

Kompas.com - 07/07/2011, 07:33 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Seorang remaja 13 tahun tewas dan 28 orang lainnya terluka setelah sebuah eskalator di stasiun bawah tanah (subway) berjalan naik tiba-tiba mundur, Selasa (5/7/2011).

Kecelakaan itu terjadi pada saat jam sibuk. Eskalator yang seharusnya naik tiba-tiba bergerak mundur. Akibatnya orang-orang yang berada di atasnya berjatuhan. Remaja lelaki itu tewas setelah tertimpa puluhan orang .

Para saksi mata mengatakan, kejadian itu berlangsung tiba-tiba, tak lebih dari dua menit. Tiba-tiba terdengar suara aneh dari eskalator dan orang-orang yang berada di atasnya pun berjatuhan.

Dua puluh delapan korban langsung dilarikan ke rumah sakit, termasuk remaja lelaki yang tewas itu beserta ayah dan saudara perempuannya. Dua orang korban disebut mengalami luka serius.

Kecelakaan itu menimbulkan pertanyaan akan tingkat keselamatan sarana publik di China yang tergolong baru.

Pihak pengelola stasiun yang berlokasi di Kebun Binatang Beijing itu menolak memberi keterangan tentang kecelakaan itu. Mereka hanya menyatakan berbelasungkawa pada para korban.

Pihak berwenang tengah menyelidiki kasus kerusakan pada sarana publik itu. Pemerintah pun memerintahkan pemeriksan terhadap semua eskalator di stasiun-stasiun lain.

Sistem kereta api bawah tanah di Beijing mulai beroperasi pada 1969 dan berkembang secara cepat dalam beberapa tahun terakhir. Dengan lebih dari 170 stasiun dan rel sepanjang 402 km, Beijing memiliki salah satu sistem subway terpanjang dunia.

Kejadian itu mengagetkan para penggunanya. "Sangat tidak bisa dipercaya. Saya kecewa pada sistem transportasi publik Beijing," kata Olivia Li, mahasiswa Universitas Renmin yang biasa menggunakan jalur itu.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau