Di Mekkah, Opick Temukan "Rumput Bertasbih"

Kompas.com - 07/07/2011, 14:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — "Rumput Bertasbih", yang menjadi single pertama album The Best of Opick, dicipta oleh Opick, artis musik yang ternama dengan lagu-lagu religi, ketika ia menunaikan ibadah haji di Mekkah. Menurut pria yang menjadi produser musik albumnya sendiri itu, inspirasi mencipta "Rumput Bertasbih" datang begitu saja di Tanah Suci.

"Biasanya kalau haji setahun sekali. Ketika melaksanakan ritual haji, saya suka menemukan nyanyian dalam hati. Setelah itu, saya bawa ke rumah dan saya lakukan workshop," ungkap Opick, yang mengadakan jumpa pers peluncuran album tersebut di Jakarta, Rabu (6/7/2011).

Single yang dikeluarkan dalam rangka bulan suci Ramadhan 1412 Hijriah itu berlirik puji-pujian kepada Sang Maha Pencipta. "Lagu 'Rumput Bertasbih' mengingatkan bagaimana alam dan manusia bertasbih memuji Allah," terang pemilik nama lahir Aumur Rofiq Lil Firdaus ini.

The Best of Opick berisi 14 lagu. Sebelas lagu berasal dari enam album lama Opick dan tiga lagu baru. "Musik hanyalah kemasan dari pesan lirik yang saya tawarkan dalam setiap lagu. Bagi saya, 'kendaraan' (musik) itu penting sebagai wujud keindahan yang membelai telinga. Namun, yang lebih penting adalah makna lirik yang diresapi setiap hati," ujarnya.

Kesejukan lagu-lagu Opick semakin lengkap dengan permainan biola dari Idris Sardi. "Saya bikin komposisi, yang main biola Idris Sardi. Saya pengin lebih perfect, makanya ada Mas Idris," ujarnya lagi.

Selain memberi siraman rohani melalui lirik yang Islami, secara pribadi Opick berharap album terbarunya bisa membawa berkah. "Alhamdulillah, ini keberkahan buat saya. Ini tahun ketujuh saya membuat album," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau