Musim giling

Mengenal Tradisi Arak-arakan Pengantin Tebu

Kompas.com - 07/07/2011, 16:20 WIB

KENDAL, KOMPAS.com — Sepasang pengantin tebu diarak dari Balai Desa Cepiring menuju Pabrik Gula Cepiring, Kendal, Jawa Tengah, oleh para petani tebu dan pegawai pabrik gula setempat, Kamis (7/7/2011).

Jarak tempuhnya arak-arakan ini mencapai 500 meter. Ikut mengarak pengantin tebu tersebut, rombongan kesenian barongan dan jaran kepang. Seperti layaknya tradisi pengantin adat Jawa, kedua pengantin tebu yang diberi nama Sri Manis dan Bagus Sarkoro ini dipertemukan dengan diberi sesaji kepala kerbau dan jajanan pasar.

Lalu kepala kerbau dan jajanan pasar ditempatkan di atas mesin penggilingan tebu, sedangkan sepasang pengantin tebu, setelah dipertemukan, dimasukkan ke mesin untuk digiling. Tebu yang digunakan untuk sepasang pengantin ini diambil dari tebu yang berkualitas.

Menurut Direktur PG Cepiring Bambang Setiyono, ritual mengarak pengantin tebu ini, adalah tradisi sebagai pertanda dimulainya giling tebu. Tradisi ritual ini sebagai simbol kebersamaan dengan petani, sekaligus berharap agar gula yang dihasilkan manis dan maksimal. "Tradisi ini sudah ada sejak zaman dahulu, dan kami melestarikannya," kata Bambang.

Ia mengatakan, pemilihan nama pengantin tebu Bagus Sarkoro dan Sri Manis bukanlah sekadar nama. Nama Bagus Sarkoro diyakini mempunyai arti jaya tiga pilar, yakni banyak, bersih, dan berkah. Artinya, gula yang dihasilkan nanti mempunyai rasa manis, kualitasnya bersih, dan membawa berkah bagi karyawan dan warga sekitar pabrik.

"Kalau Sri Manis, diyakini menjadi komoditas utama bagi warga sekitar dan masyarakat luas, serta hasil gulanya manis," katanya.

Ritual lain dalam rangkaian wiwitan jelang giling tebu di PG Cepiring ini, pergelaran wayang kulit dan pasar malam untuk menghibur masyarakat setempat. Tahun ini, PG. Cepiring menargetkan setiap hari menggiling tebu 2.000 ton. Proses giling tebu akan dilaksanakan selama 93 hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau