Bbm

Penimbun Solar 66.375 Liter Ditangkap

Kompas.com - 07/07/2011, 17:15 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Tasikmalaya mengungkap penimbunan ilegal terhadap bahan bakar minyak bersubsidi solar sebanyak 66.375 liter di Kampung Sukasari, Desa Cikaungading, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (7/7/2011), pukul 05.00 WIB. Solar akan dijual pada penambang pasir besi di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya.

"Barang bukti yang kami sita adalah satu mobil bak terbuka dan 25 jeriken berisi solar," kata Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Kabupaten Tasikmalaya Komisaris Samsa di Tasikmalaya.

Samsa mengatakan, dalam pengungkapan ini, pihaknya menangkap dua pelaku penimbunan, yaitu Abeng bin Kosasih (31) dan Ate Sumarsana (33). Keduanya adalah warga Kampung Katapangsari, Cikaungading, Kabupaten Tasikmalaya. Dalam menjalankan aksinya, keduanya menggunakan kendaraan mobil bak terbuka dengan nomor polisi Z 8842 NF.

Samsa mengatakan, kedua pelaku akan dijerat dengan Pasal 55 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman 6 tahun penjara atau denda maksimal Rp 60 miliar.

"Kami berharap pengungkapan kasus ini bisa mengurangi aktivitas penimbunan bahan bakar minyak yang kerap memicu timbulnya kelangkaan bahan bakar di masyarakat," katanya.

Menurut pengakuan Abeng, solar yang ditimbun akan dijual kepada penambang pasir di Cipatujah. Solar akan digunakan sebagai bahan bakar bagi alat-alat berat dan truk pengangkut pasir besi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau