Rekening Cynthiara Alona Dikeruk Anak Buah Sendiri

Kompas.com - 07/07/2011, 19:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Model yang jadi artis peran, Cynthiara Alona, mengaku sedang sial. Katanya, rekeningnya dikeruk oleh seorang anak buahnya yang belum lama bekerja di AMI Record.

Karena merasa dirugikan, Alona melaporkan karyawannya itu ke polisi. "Hari ini saya melaporkan Kana Chan Wu. Dia karyawan AMI Record, dia anak buah saya, tetapi dia menggelapkan uang perusahaan buat keperluan pribadinya," ucap Alona seusai membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (7/7/2011).

Alona tak bersedia membeberkan jumlah kerugian. "Saya enggak perlu menyebutkan berapa. Kerugiannya menurut saya sangat besar. Oleh karena itu, saya dan kuasa hukum sepakat buat menempuh jalur hukum," terangnya lagi.

Alona mengaku terlalu percaya kepada Kana. Kartu ATM miliknya diserahkan kepada Kana, yang seharusnya digunakan untuk keperluan perusahaan. "Saya hire dia karena ngomong manisnya dia. Dia ternyata drama queen," ujarnya. "Kronologinya, 20 Juni 2011, pertama kali saya serahkan kartu ATM, tetapi dia pakai keperluan buat dirinya sendiri. Padahal, saya serahkan itu buat keperluan AMI Record," ucap Alona.

Selang 10 hari, Alona baru menyadari bahwa rekeningnya sudah dikeruk oleh Kana. "Ketahuannya 30 Juni 2011 karena saya selalu tutup buku bulanan. Setelah saya print, ternyata dengan apa yang dia laporkan itu sangat jauh. Dia belanja di Sency (Senayan City), padahal enggak saya perintahkan. Terus, dia ke Puri, dia mentransferkan uang ke seseorang yang saya enggak hapal, seperti Lia Amalia dan Chuck Noris. Total dia ambil cash ada Rp 11 juta lebih," bebernya. "Terus, entah ada kreditan apa, dia ambil Rp 861.000. Namun, ada kerugian lain yang menurut saya cukup besar jumlahnya," lanjutnya.

Tanpa kompromi, Alona bermaksud memidanakan karyawan bagian keuangannya yang sudah dipecatnya itu. "Saya merasa dibohongi dan merasa ditipu. Saya rasa perempuan ini melakukan ini enggak pertama kali. Saya lakukan ini (melapor ke polisi) supaya enggak ada korban lagi selain saya. Saya lebih baik jalani apa yang harus saya jalani. Jalan damai sudah telat. Apa pun tujuannya, saya akan memidanakan Kana Chan Wu," ucapnya.

Jika terbukti melakukan penggelapan, maka Kana terancam hukuman empat tahun penjara. "Klien kami melaporkan bahwa uangnya telah digelapkan oleh Kana Chan Wu. Oleh karena itu, kami melaporkannya dengan pasal penggelapan, Pasal 372, dengan hukuman empat tahun penjara, bahwa ATM pribadi klien kami digunakan untuk kepentingan pribadi tanpa seizin klien kami," kata kuasa hukum Alona, Sunan Kalijaga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau