Parlemen

Gantikan Nazaruddin, Sonny Jadi Bendahara

Kompas.com - 08/07/2011, 13:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Posisi Nazaruddin sebagai bendahara Fraksi Partai Demokrat untuk sementara digantikan Sonny Waplau dan Asfihani menyusul persoalan hukum yang melilit Nazaruddin. Sebelumnya, Sonny adalah wakil bendahara.

"Di Fraksi (Partai Demokrat), pelaksanaan kebendaharaan sudah dipercayakan kepada Pak Waplau dan Bu Asfihani," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (8/7/2011).

Menurut Jafar, posisi Nazaruddin perlu digantikan segera karena fungsi tata kelola keuangan di fraksi terus berjalan setiap hari. Namun, Jafar menegaskan, penggantian ini tidak bersifat permanen. "Sampai kapan? Ya, sampai dia (Nazaruddin) hadir lagi," ujarnya.

Hingga saat ini Nazaruddin masih berstatus sebagai anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI sampai ada keputusan dari partai. Mengenai ketidakhadiran Nazaruddin yang tak pernah tampak lagi dalam aktivitasnya sebagai anggota dewan lebih dari sebulan, Jafar menyerahkannya pada mekanisme dan aturan yang berlaku di fraksi maupun Badan Kehormatan DPR RI.

Jafar masih percaya Nazaruddin berada di Singapura untuk berobat, seperti yang disampaikannya melalui surat izin kepada fraksi, berikut surat dokter yang menanganinya. Nazaruddin pergi dengan alasan yang jelas. "Izinnya ya ke Singapura. Kalau dia tidak di Singapura lagi, ya tentu menyalahi," ujarnya.

Nazaruddin adalah tersangka kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan. Ia tidak pernah memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi dengan alasan tengah berobat di Singapura.

Karena tak pernah ada itikad baik dari Nazaruddin untuk datang memenuhi panggilan, KPK menerbitkan red notice meminta bantuan polisi internasional untuk memburu politisi Partai Demokrat ini. Belakangan, diketahui ia tidak lagi berada di Singapura. Ia menghilang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau