Harifin: Suap Hakim Imas Tak Sampai ke MA

Kompas.com - 08/07/2011, 14:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin Andi Tumpa memastikan tak ada hakim agung yang terlibat dalam kasus dugaan suap Manajer Administrasi PT Onamba terhadap Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industri Bandung, Imas Dianasari.

"Saya sudah cek, ternyata perkara Itu baru sampai, berkas belum didaftarkan, dan masih ada kekurangan berkas, " kata Harifin, kepada wartawan usai shalat Jumat (8/7/2011) di Jakarta.

Menurut Harifin, perkara kasasi kasus PT Onamba melawan Serikat Pekerja PT Onamba, belum didaftarkan ke MA, sehingga belum dipilih majelis hakim yang akan menyidangkannya.

Untuk itu, kata Harifin, tak ada satu pun hakim MA yang terlibat dalam kasus tersebut. Harifin juga menyatakan bahwa surat rekomendasi pemberhentian sementara Hakim Ad Hoc Imas sudah dikirimkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Untuk hakim ad hoc ini berbeda dengan hakim biasa. Kalau hakim pemberhentiannya dilakukan MA, tapi ad hoc harus ada ijin dari Presiden," ungkapnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Jasin mengatakan, Hakim penerima suap Imas Dianasari diduga menjanjikan akan memenangkan PT Onamba pada tingkat kasasi di MA.

"Perkara itu sudah naik kasasi di MA. Dan ID ini sebenarnya dia ada semacam diduga janji akan menyelesaikan masalah tersebut ingin memenangkan pemenangan perkara itu di tingkat kasasi," kata Jasin, Jumat (1/7/2011).

Namun, Jasin tak menyebutkan bagaimana Imas akan melaksanakan janjinya untuk memenangkan perkara OJ di tingkat kasasi. Pasalnya, Imas hanya hakim di tingkat pertama. Sedangkan tingkat kasasi ditangani oleh MA.

Yang jelas, kata Jasin, untuk melancarkan janji tersebut, Imas dan OJ selaku penyuap melakukan pertemuan di sebuah restoran di Cinunuk, Kota Bandung.

Dalam penangkapan ini, KPK telah menyita uang Rp 200 juta yang terdapat di kantong plastik dan mobil Toyota Avanza warna hitam dengan nopol D 1699 VN milik Imas.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau