Pilih Lensa Kontak dengan Resep Dokter

Kompas.com - 08/07/2011, 20:01 WIB

KOMPAS.com - Jangan asal memilih dan membeli lensa kontak. Penggunaan lensa kontak yang salah kaprah berisiko merusak kesehatan mata, bahkan bisa mengakibatkan kebutaan. Sayangnya, kondisi di Indonesia, lensa kontak dijual bebas tanpa aturan. Setiap orang bebas coba pakai sebelum membeli, padahal lensa kontak harus dibeli dengan resep dokter atau minimal atas rekomendasi optometris.

Kepada Kompas Female, opthalmologist, dr Tri Rahayu, SpM, FIACLE, yang juga adalah Kepala Divisi Refraksi & Lensa Kontak Departemen Mata FKUI RSCM, menjelaskan prosedur memilih dan membeli lensa kontak.

"Prosedur yang benar dalam memilih dan membeli lensa kontak adalah dengan menggunakan resep. Sebelum membeli lensa kontak, perlu konsultasi dengan dokter spesialis mata, atau kalau di luar negeri seperti Singapura, konsultasi dilakukan dengan optometris," jelasnya saat ditemui di klinik Jakarta Eye Center.

Lebih lanjut, dr Tri menyebutkan sejumlah tahapan sebelum memilih dan membeli lensa kontak:

1. Periksa mata

Saat memutuskan ingin menggunakan lensa kontak, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menemui dokter spesialis mata. Anda perlu melewati tahapan pemeriksaan mata secara komprehensif.

Dokter spesialis mata akan memeriksa apakah mata Anda sehat, boleh atau tidak pakai lensa kontak. Karena sebenarnya, penggunaan lensa kontak sangat bergantung pada kondisi kesehatan fisik secara umum, dan kondisi kesehatan mata itu sendiri.

Pemeriksaan mata juga dilakukan dengan detil. Mulai dengan mengukur dimensi mata, minus atau plus, slinder atau tidak. Bahkan lengkungan kornea mata, kadar air mata, juga harus terukur dengan seksama. Kondisi ini memengaruhi jenis lensa kontak yang sesuai dengan kebutuhan yang berbeda pada setiap individu.

2. Pilih jenis seusai kebutuhan

Setelah dilakukan pemeriksaan mata, dokter spesialis mata kemudian akan memilihkan jenis lensa kontak sesuai kondisi Anda. Baik kondisi kesehatan fisik secara umum, mau pun keadaan mata Anda.

Mata minus dan mata slinder memerlukan jenis lensa kontak yang berbeda. Kadar minus pada mata juga memengaruhi jenis lensa kontak yang dibutuhkan.

3. Kontrol rutin
Seperti dijelaskan dr Tri, memilih lensa kontak tak bisa sembarangan. Termasuk saat menggunakannya sehari-hari. Memakai kontak lensa harus dengan monitor dari dokter spesialis mata.

"Bagi pengguna lensa kontak harus kontrol enam bulan satu kali. Apalagi jika mengalami keluhan selama pemakaian. Tanpa perlu menunggu enam bulan, pengguna lensa kontak harus segera menemui dokter mata jika mengalami keluhan sebelum enam bulan," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau