Di Ruang Tamu Mungil, Dua Warna Sudah Cukup Kok...

Kompas.com - 11/07/2011, 10:47 WIB

KOMPAS.com - Jika menyenangi permainan warna lewat pemakaian cat pada dinding ruang tamu, ada baiknya Anda tetap mempertimbangkan aspek-aspek estetika. Kalau lebih dari dua warna dalam satu ruang, terutama di ruangan yang tak luas, hal itu hanya akan memberi efek lelah bagi individu yang ada di dalamnya.

Demikian diungkapkan desainer interior Anies Walsh dari ATT Design di Jakarta, Sabtu (9/7/2011). Menurutnya, pemakaian warna pada ruang tamu yang mungil cukup menarik karena akan memberi kesan berbeda, baik bagi penghuni maupun tamu yang berkunjung.

"Pemakaian warna cerah akan memberi kesan lebih luas. Tapi, sebaiknya tidak lebih dari dua warna dalam satu ruangan. Ini akan membuat lelah mereka yang sedang di dalam ruangan," katanya.

Sebagai contoh, lihat pada gambar ruang tamu yang diambil dari apartemen contoh 1 Park Residence di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dinding ruang tamu ini memiliki satu dinding dengan daya tarik tersendiri, yakni dinding berwarna hijau tua. Dinding ini menjadi berbeda karena yang lainnya berwarna putih. Hasilnya, kesan segar sekaligus menjadi pusat perhatian akan langsung tampak.

Sebagai penunjang, Anda bisa menambah penempatan furnitur rak televisi yang memanjang, sehingga semakin membuat sudut ini menjadi pusat perhatian. Agar lebih menarik, tambahkan pencahayaan dari bagian atas atau langit-langit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau