Pentingnya Colok Dubur pada Pria

Kompas.com - 11/07/2011, 11:44 WIB

Kompas.com - Banyak dokter menganjurkan agar pria di atas usia 50 tahun melakukan pemeriksaan colok dubur untuk mendeteksi dini kanker prostat. Bila ada anggota keluarga yang menderita kanker prostat maka skrining sebaiknya sejak usia 40 tahun. Tujuannya untuk mengetahui ada tidaknya pembesaran, bengkak, atau benjolan di kelenjar prostat.

Pada saat dilakukannya pemeriksaan colok dubur ini dokter akan memasukkan salah satu jari ke dalam rektum dan meraba bagian dinding belakang kelenjar prostat, merasakan ada tidaknya pembesaran atau benjolan yang tidak normal.

"Dengan cara ini dokter akan mengetahui jika ada kelainan. Rasanya juga tidak sesakit yang dibayangkan," kata dr.Rainy Umbas, Sp.U, mantan Presiden Asosiasi Urologi Indonesia dalam acara seminar Kenali dan Waspadai Kanker Prostat yang diadakan oleh Sanofi Aventis di Jakarta (9/7).

Komponen lain pemeriksaan prostat adalah memanfaatkan PSA (prostate-specific antigen) lewat pemeriksaan darah. PSA adalah enzim yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat dan berfungsi mengencerkan cairan ejakulasi untuk memudahkan pergerakan sperma.

Dalam kondisi normal, hanya sedikit PSA yang masuk ke dalam aliran darah. Namun, bila terjadi kerusakan atau peradangan pada jaringan prostat maka kadar PSA dalam darah meningkat.

Bila hasil colok dubur dan tes PSA abnormal dan dokter menduga adanya kanker prostat, maka dianjurkan pemeriksaan dengan ultrasonografi dan biopsi jarum untuk pengambilan contoh jaringan.

Menurut dr.Umbas, pada tahap awal kanker prostat memang tidak menunjukkan gejala yang khas, namun karena usia lanjut merupakan faktor risiko kanker prostat, maka pria usia lanjut disarankan untuk melakukan skrining.

"Pria yang mengalami gejala kesulitan buang air kecil, aliran air seni lemah, sering terbangun di malam hari atau ada darah pada air seni, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter urologi," katanya. (M05-11)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau