Wapres: Pengoperasian BIL Jangan Molor

Kompas.com - 11/07/2011, 20:34 WIB

MATARAM, KOMPAS.com - Wakil Presiden Boediono meminta operasional Bandara Internasional Lombok (BIL) di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak lagi tertunda. "Saya harapkan jajaran Angkasa Pura memegang teguh jadwal, kalau ada masalah segera diungkapkan ke mitra, jangan ada penundaan-penundaan. Lebih cepat lebih baik," kata Wapres Boediono saat meninjau BIL di Praya, Lombok Tengah, Senin (11/7/2011).

Menurut Wapres, BIL ini penting bagi pembangunan ekonomi di NTB. Apalagi, dengan keinginan NTB untuk menjadikan pembangunan pariwisata sebagai prioritas. "Saya dari awal merasakan ini titik kunci dari pembangunan selanjutnya di NTB. Ini sangat strategis, apalagi kalau Lombok dijadikan koridor dengan tumpuan turisme, ini tidak bisa tidak (pembangunan bandara)," kata Wapres.

Wapres kemudian melakukan peninjauan dengan berkeliling gedung terminal BIL yang masih belum selesai.

Direktur Operasional dan Teknik Angkasa Pura I, Haryoso Catur Prayitno mengatakan, operasi penuh dijadwalkan pada 1 Oktober 2011, sedangkan simulasi dilakukan pada 5-8 September 2011.

BIL berada di lahan seluas 551 hektare. Terdapat landasan yang dapat didarati pesawat Airbus 330 atau Boeing 737. Bandara ini mampu menampung 10 pesawat. Selain itu juga mampu menampung tiga juta penumpang setiap tahun.

Gubernur NTB Zainul Majdi mengatakan Bandara Selaparang yang saat ini digunakan sudah tidak lagi mampu menampung jumlah orang yang lalu lalang dari dan ke Pulau Lombok.

Menurut gubernur, Bandara Selaparang hanya berkapasitas 800 ribu orang per tahun sementara jumlah penumpang saat ini mencapai 1,2 juta orang, sehingga perlu bandara baru untuk menampung arus penumpang dari dan ke Pulau Lombok. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau